Ini Alasan Menkeu Purbaya Copot 2 Pejabat Eks Anak Buah Sri Mulyani, Febrio Nathan Dapat Posisi Baru
Musahadah April 24, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya mengungkap alasan memberhentikan dua pejabatnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu.

Pencopotan ini sempat menjadi sorotan luas, karena dua pejabat tersebut dikenal dekat dengan menteri keuangan sebelumnya Sri Mulyani. 

Pencopotan Luky Alfirman dan Febrio Nathan Kacaribu disebut-sebut sebagai langkah Purbaya untuk membersihkan orang-orang lama. 

Namun, rumor ini dibantah Purbaya saat media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Purbaya menyebut pencopotan tersebut hanya proses rotasi biasa ditubuh Kemenkeu.

Baca juga: Sosok Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman Eks Anak Buah Sri Mulyani yang Dicopot Menkeu Purbaya

Tak ada permasalahan serius yang melatarbelakangi perombakan pejabat eselon 1 itu.

"Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun puter, berapa tahun puter, jadi enggak ada yang istimewa di situ," kata Purbaya.

Sosok Pengganti Luky dan Febrio 

Purbaya telah menunjuk pejabat sementara alias Pelaksana Harian (Plh) menyusul dicopotnya dua pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut.

Adapun sebagai Plh Dirjen Anggaran yakni Sudarto, yang menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara.

Kemudian sebagai Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal yakni Ferry Ardianto, yang sehari-hari menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi.

"Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan," ucap Purbaya.

Selain dua posisi tersebut, kekosongan jabatan eselon I Kemenkeu juga terdapat pada kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) yang sebelumnya ditinggalkan oleh Masyita Crystallin.

Kandidat terbaik sudah disiapkan untuk mengisi tiga jabatan strategis tersebut.

Purbaya menunjuk Herman Saheruddin selaku Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).

Jabatan itu menggantikan Masyita Crystallin yang pindah tugas ke PT Danantara Investment Management (Persero) sejak 11 Februari 2026.

Purbaya mengatakan Herman akan ditetapkan sebagai pejabat definitif yang mengisi kursi Dirjen SPSK.

Pengesahannya tinggal menunggu surat Keputusan Presiden Prabowo Subianto.

"Calon pejabat barunya dia (Herman), tinggal nunggu surat prosesnya saja, proses suratnya," kata Purbaya.

Nama-nama kandidat terpilih nantinya akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan.

Purbaya menargetkan proses transisi kepemimpinan itu dapat rampung pada bulan depan.

“Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,” terangnya.

Febrio Nathan Kacaribu Dapat Jabatan Baru

Ternyata sebelum dicopot Febrio Nathan Kacaribu diangkat sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Penetapan ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2025.

"Melalui Surat OJK No. SR-291/PB. 13/2026 tanggal 17 April 2026, OJK menyampaikan Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-48/D.03/2026 tanggal 17 April 2026 yang menyetujui pengangkatan Bapak Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen BNI," tulis BNI dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (22/4/2026).

Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak 17 April 2026.

Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, pada tanggal 27 Februari 1978.

Ia menamatkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang dan lulus pada tahun 1996.

Selanjutnya, Febrio menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi di FEB UI, tetapi pada tahun kedua pindah menjadi mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan (Ilmu Ekonomi).

Setelah lulus dari FEB UI pada tahun 2002, Febrio melanjutkan pendidikan Master di bidang Ekonomi Pembangunan Internasional di Australian National University (ANU), Australia dan lulus pada tahun 2005.

Setelah itu, Febrio menempuh pendidikan Doktor di bidang Ilmu Ekonomi di University of Kansas, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 2012.

Setelah mendapatkan gelar Doktor, Febrio kembali menjadi dosen dan peneliti di FEB UI.

Febrio menjabat sebagai Kepala bidang Makroekonomi dan Kebijakan Sektor Keuangan LPEM FEB UI.

Pada tanggal 3 April 2020, Febrio diangkat menjadi Kepala BKF setelah sebelumnya mengikuti persaingan secara terbuka.

Sebelumnya, Febrio telah lulus seleksi untuk masuk tahap akhir bersama dengan Ferry Irawan (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) dan Maliki (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas).

Pada tanggal 23 Mei 2025, Febrio dilantik menjadi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan. 

Karir Cemerlang Luky Alfirman

Luky Alfirman adalah lulusan Sarjana Teknik Industri di Intitut Teknologi Bandung.

Dikutip dari situs Bank Mandiri, pria kelahiran Bandung 1970 ini juga telah berhasil meraih gelar PhD in Economics di University of Colorado.

Kariernya di Kemenkeu sudah malang melintang dan berbagai jabatan strategis sudah pernah ia emban sejak tahun 1995.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Analisis Fiskal Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu.

Luky juga sempat menduduki posisi jabatan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu.

Selain itu, Luky Alfirman juga pernah mengisi kursi jabatan sebagai Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan.

Karier Luky makin meroket setelah ia dipercaya untuk menduduki posisi jabatan sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu.

Pada Mei 2025, Luky Alfirman diangkat oleh Menkeu saat itu Sri Mulyani sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu.

Ia menggantikan posisi Isa Rachmatarwata yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Tidak hanya itu, Luky Alfirman juga disibukkan dengan jabatannya sebagai Komisaris Bank Mandiri.

Luky Alfirman tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp52,8 miliar.

Hartanya itu terdaftar di LHKPN KPK yang dilaporkannya pada 27 Februari 2026.

Harta terbanyak Luky berasal dari kas senilai Rp23 miliar, surat berharga Rp15 miliar, dan tanah senilai Rp13 miliar.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan milik Luky Alfirman.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 13.000.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 270 m2/225 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 207 m2/113 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 846 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 5.500.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 550.000.000

1. MOBIL, HONDA JAZZ MINIBUS Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000

2. MOBIL, HONDA ACCORD Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000

3. MOBIL, TOYOTA AVANZA Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 210.000.000

4. MOBIL, HONDA CITY Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 130.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 205.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. 15.034.806.720

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 23.099.474.305

F. HARTA LAINNYA Rp. 938.647.544

Sub Total Rp. 52.827.928.569

II. HUTANG Rp. ----

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 52.827.928.569

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.