Kakek di Surabaya Tewas Ditusuk Usai Cekcok, Diduga Dikeroyok 4 Orang, Motif Misterius
Eko Sutriyanto April 24, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Kasus kakek tewas ditusuk di Simokerto Surabaya menggegerkan warga, Kamis (23/4/2026) pagi. 

Seorang pria lanjut usia berinisial MJ (61) ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di gang sempit kawasan Jalan Pragoto II, Simolawang, Kecamatan Simokerto.

Korban diduga menjadi korban pengeroyokan dan penusukan oleh lebih dari dua orang pelaku bahkan disebut-sebut mencapai empat orang.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.

Saat ditemukan, korban sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian dada sebelah kiri dan wajah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses autopsi.

Baca juga: Gerak Cepat Polda Maluku Tangani Kasus Pembunuhan Nus Kei, Kini Sudah Naik Penyidikan

Kronologi Kakek Tewas Ditusuk di Simokerto Surabaya

Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, kejadian bermula dari cekcok antara korban dengan salah satu pelaku sejak subuh.

Keributan sempat terjadi dan diduga berujung pemukulan.

Namun situasi tidak berhenti di situ.

Pelaku disebut sempat meninggalkan lokasi, lalu kembali lagi dengan membawa senjata tajam.

Serangan kedua inilah yang diduga menjadi penyebab kematian korban.

“Awalnya cekcok, lalu dipukul. Setelah itu pelaku datang lagi bawa pisau,” ujar seorang saksi di lokasi.

Diduga Dikeroyok 4 Orang

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah pelaku dalam kasus kakek tewas dikeroyok di Surabaya ini diduga lebih dari dua orang.

Iwan (34), adik sepupu korban, mengungkapkan adanya dugaan pembagian peran saat aksi berlangsung.

“Ada yang menunggu di depan gang, ada juga yang di dalam. Katanya korban dipegangi, lalu ditusuk,” jelasnya.

Hingga kini, motif dalam kasus penusukan kakek di Simokerto Surabaya masih belum terungkap.

Berbagai spekulasi berkembang di masyarakat, mulai dari persoalan utang hingga konflik asmara.

Namun, pihak kepolisian belum memberikan kepastian terkait penyebab utama kejadian tersebut.

Baca juga: Polisi Masih Buru Dua Debt Collector Pelaku Penusukan Advokat di Tangerang Selatan

Korban diketahui merupakan kakek dari empat cucu dan dikenal sebagai pribadi yang ramah.

Ia juga disebut baru bercerai sekitar satu tahun lalu.

Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.

Ia membenarkan bahwa pelaku dalam kasus ini diduga lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam pengejaran.

“Kami masih selidiki. Indikasinya lebih dari dua pelaku,” ujarnya.

Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pihaknya sudah berhasil mengantongi identitas keempat terduga pelaku tersebut. 

Hingga, Jumat (24/4/2026) siang, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku tersebut. 

"Terkait perkara pembunuhan, korban dibacok oleh pelaku empat orang. Namun demikian identitas pelaku sudah kami ketahui," ujarnya di Surabaya, pada Jumat (24/4/2026). 

Duka Keluarga, Harap Pelaku Segera Ditangkap

Kematian MJ meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Ibunda korban, Zubaidah, mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum kejadian nahas tersebut.

Ia menyebut, malam sebelum kejadian korban masih sempat berbincang seperti biasa.

“Semalam masih ngobrol seperti biasa, tidak ada firasat,” ujarnya.

Keluarga berharap para pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.