Isu Seskab Teddy Indra Wijaya Ditampar Pangkopassus Viral, AM Hendropriyono: Itu Hoaks
Kharisma Tri Saputra April 24, 2026 07:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Isu dugaan insiden penamparan di lingkungan Istana Negara yang menyeret nama Teddy Indra Wijaya dan Pangkopassus Djon Afriandi dipastikan tidak benar.

Bantahan tegas datang dari AM Hendropriyono yang menyebut kabar tersebut sebagai hoaks yang tidak pernah terjadi.

"Itu informasi nggak bener itu. Kita lagi zaman begini mesti ngerti dong, itu kan hoaks itu. Enggak bener, enggak pernah ada kejadian seperti itu, enggak pernah. Saya kira kita semua paham ya, bahwa dalam lingkungan yang profesional dan penuh kehormatan, tidak mungkin terjadi tindakan seperti itu. Enggak benar," kata Hendropiryono dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga etika dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merusak reputasi seseorang, termasuk terhadap pejabat yang tengah menjalankan tugas negara.

"Apalagi terhadap Teddy, seorang yang sedang menapaki karier yang cemerlang begitu. Jangan coba-coba gitu, kejamlah kita 'membunuh perdata' itu, ngga bagus. Moral dan etika bangsa, kita turun temurun dari orang tua kita ngga ada itu. Jadi Ngga benar itu," ujarnya.

Inilah Mayor Teddy Indra Wijaya
Inilah Mayor Teddy Indra Wijaya (Tangkap Layar Youtube Presiden Joko Widodo)

Baca juga: Blak-blakan, KSAD Maruli Soal Kenaikan Pangkat Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya : Apa Salahnya ?

AM Hendropriyono merupakan perwira yang lahir untuk Kopassus.

Awal karier karier militernya sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan Dua Infanteri di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), yang kini dikenal sebagai Kopassus.

Kemudian menjadi Komandan Detasemen, pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur Para-Komando.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer terkemuka dari Korps Baret Merah (Kopassus).

Hendropriyono pernah memimpin prajurit pilihan sebagai Komandan Prayudha Halilintar Kopassandha dalam menyisir hutan Kalimantan.

Oleh karena itu, AM Hendropriyono memiliki latar belakang militer yang sangat kuat di lingkungan Kopassus sebelum menjabat sebagai Kepala BIN.

Hendropriyono menjabat sebagai Kepala BIN pertama pada periode 9 Agustus 2001 hingga 8 Desember 2004.

Dia ditunjuk oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dalam Kabinet Gotong Royong sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

Bantahan Kopassus

Isu dugaan pemukulan yang menyeret nama Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi terhadap seseorang yang kemudian dikaitkan sebagai Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, ramai di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut insiden itu terjadi di lingkungan Istana.

Menanggapi kabar tersebut, pihak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) secara tegas membantah seluruh tudingan yang beredar. 

Melalui keterangan resmi, Kopassus menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak memiliki dasar fakta dan dikategorikan sebagai hoaks.

"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Kopassus menyebut narasi tersebut muncul dari sumber yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi. 

Bahkan, informasi yang berkembang dinilai cenderung bersifat spekulatif serta tidak didukung bukti konkret mengenai peristiwa yang dituduhkan.

Kopassus turut mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika bersumber dari media sosial. 

Penyebaran kabar yang tidak akurat dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Isu ini sendiri mencuat dari unggahan di platform digital, oleh akun @retailman69, yang memposting Letjen Djon melakukan tindak kekerasan terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted karena dibiarkan menunggu di luar ruangan Presiden Prabowo Subianto di Istana selama 20 menit.

Sedangkan, Prabowo sudah menunggunya di dalam ruangan.

Namun, narasi tersebut berkembang tanpa konfirmasi resmi dari pihak terkait dan akhirnya menyebar luas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.