TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kelompok suporter Semen Padang FC, The Kmers Mania, menyampaikan sejumlah kritik sekaligus harapan usai pertemuan dengan manajemen klub yang digelar di salah satu kafe di Kota Padang, Rabu (22/4/2026) malam.
Dirigen The Kmers Mania, Bulle, mengatakan dalam pertemuan tersebut pihak manajemen mengakui sejumlah kesalahan, termasuk kebijakan yang berdampak luas kepada suporter.
“Yang pertama yaitu pihak manajemen mengakui salah, seperti memberikan sanksi-sanksi yang terpengaruh ke semua kalangan. Selain itu kami juga memberikan kritik pengelolaan manajemen dan termasuk hasil tim hingga saat ini,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menyoroti ketidaksesuaian antara target awal musim dengan capaian tim saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen.
Baca juga: Spartacks Minta Transparansi, Sikap Suporter untuk Laga Kandang Masih Menunggu Respons Manajemen
“Di awal musim manajemen menargetkan masuk di dalam lima besar klasemen, namun kenyataannya saat ini malah berada di posisi dua terbawah,” katanya.
Dalam forum tersebut, manajemen juga memaparkan kondisi keuangan klub yang tengah menghadapi kendala, salah satunya akibat kewajiban sponsor yang belum terpenuhi.
“Manajemen juga menyampaikan bagaimana permasalahan keuangan yang sedang terjadi, karena masih banyak sponsor yang belum membayarkan kewajibannya,” ujarnya.
Meski demikian, Bulle menyebut manajemen berkomitmen untuk tetap memenuhi kewajiban kepada pemain.
“Namun dari manajemen mengatakan kalau kewajiban mereka terhadap pemain akan diselesaikan jika nanti sudah ada titik terang dari para sponsor,” lanjutnya.
Baca juga: Borneo FC Incar Poin Penuh Lawan Semen Padang FC demi Gelar Juara, Semua Pertandingan Dianggap Final
The Kmers Mania menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap klub, bukan untuk menjatuhkan.
“Yang jelas kami sebagai suporter tentu meminta agar manajemen jangan anti kritik, karena klub ini bukan hanya milik manajemen. Kami dari suporter juga lebih cinta dengan tim Semen Padang FC,” katanya.
“Kritikan yang kami berikan juga bukan untuk menjatuhkan, tapi bagaimana untuk membangun tim Semen Padang FC,” tambahnya.
Ia berharap ke depan hubungan antara manajemen dan suporter semakin harmonis, sehingga komunikasi dapat berjalan lebih baik.
“Kemudian mungkin ke depannya manajemen berjanji untuk membuat agar lebih harmonis dan dekat kepada para suporter agar pesan-pesan yang disampaikan bisa sampai ke manajemen,” ujarnya.
Baca juga: Head to Head Borneo FC vs Semen Padang FC: Misi Sulit Kabau Sirah di Stadion Segiri
Selain itu, The Kmers Mania juga meminta pertanggungjawaban manajemen dan tim dalam menyelesaikan sisa kompetisi musim ini.
“Kemudian kami juga meminta pertanggungjawaban, karena masih ada sisa enam laga lagi, dan mereka harus bisa berusaha memastikan bahwa tim ini aman,” katanya.
Meski peluang dinilai berat, ia optimistis Semen Padang FC masih bisa bertahan jika seluruh elemen bersatu.
“Walaupun kemungkinannya sulit, akan tetapi jika bersatu maka tidak ada yang tidak mungkin. Kita bisa berkaca dari musim sebelumnya agar bisa bersama-sama menyelamatkan tim,” ujarnya.
Terkait aksi boikot yang sempat dilakukan, Bulle mengakui hal tersebut berdampak terhadap tim, terutama dari sisi dukungan di stadion.
“Jika dilihat dari kejadian boikot kemarin, tentu tim rugi karena tidak mendapatkan support secara langsung ke stadion,” katanya.
Baca juga: Imran Nahumarury Tegaskan Semen Padang Tak akan Menyerah, Siap Fight di 6 Laga Sisa
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk peringatan kepada manajemen agar lebih memperhatikan hubungan dengan suporter.
“Jadi tindakan boikot kami kemarin adalah tanda untuk mengingatkan kepada manajemen. Kami pun tidak ingin agar tim Semen Padang FC ini kenapa-kenapa,” ucapnya.
Untuk laga selanjutnya, The Kmers Mania memastikan tidak akan lagi melakukan boikot dan siap kembali memberikan dukungan penuh.
“Untuk laga selanjutnya apakah kami akan boikot atau tidak, kemarin pertemuan sudah selesai, maka para suporter tidak akan melakukan boikot lagi. Kalau bisa tetap terjalin komunikasi yang baik antara suporter dengan pihak tim,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama mendukung Semen Padang FC di sisa pertandingan.
“Kami juga berharap kepada masyarakat Sumatera Barat agar bisa memberikan dukungan penuh kepada Semen Padang FC. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mendukung,” katanya.
Baca juga: Semen Padang Dikritik Usai Rasih Hasil Buruk, Imran: Jangan Baper, Jadikan Masukan Memperbaiki Diri
“Dari The Kmers Mania akan full support pada laga-laga selanjutnya,” tutupnya.
CEO Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi sekaligus menjelaskan kondisi klub.
“Dalam pertemuan ini mereka menyampaikan pertanyaan dan aspirasinya. Manajemen juga mengklarifikasi kondisi klub, termasuk cedera pemain serta langkah ke depan,” ujarnya.
Manajemen berharap komunikasi dengan suporter semakin baik dan seluruh elemen dapat bersatu demi menyelamatkan Semen Padang FC dari ancaman degradasi di BRI Super League.(*)