BMKG Ingatkan Potensi El Nino, Tana Toraja Waspada Kekeringan
Imam Wahyudi April 24, 2026 07:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026, termasuk di wilayah Tana Toraja.

Prakirawan BMKG Toraja, R Rayhand Cakraningrat, menjelaskan El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di atas normal di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

Kondisi ini menyebabkan melemahnya angin pasat dan berdampak pada perubahan pola curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

BMKG memprediksi El Nino dengan intensitas lemah mulai terjadi pada April hingga Mei 2026, kemudian meningkat menjadi moderat pada Juni hingga Juli 2026.

Fenomena ini diperkirakan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau, sehingga berpotensi memperparah kondisi kekeringan.

“Curah hujan diprediksi menurun dan musim kemarau berpotensi lebih panjang serta lebih kering dari kondisi normal,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Di wilayah Tana Toraja, dampak tersebut berpotensi dirasakan pada sektor pertanian dan ketersediaan air.

Penurunan curah hujan dapat mengurangi suplai air untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi, serta meningkatkan risiko kekeringan pada lahan persawahan yang berpotensi berujung pada gagal panen.

Selain itu, debit sungai dan sumber mata air warga diperkirakan ikut menurun, sehingga meningkatkan risiko krisis air bersih.

Kondisi kering juga dapat memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, kondisi terkini di lapangan masih relatif aman.

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Tana Toraja masih diguyur hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Lahan persawahan petani juga terpantau dalam kondisi baik dan belum terdampak kekeringan.

Rayhand menjelaskan, kondisi tersebut masih dipengaruhi dinamika cuaca jangka pendek.

“Beberapa hari terakhir masih terjadi hujan, sehingga kondisi sawah petani masih aman dari kekeringan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, dampak El Nino dapat terjadi secara bertahap, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan tidak lengah.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah dan masyarakat diimbau mulai melakukan antisipasi sejak dini, seperti menyiapkan penampungan air, menghemat penggunaan air, serta menyesuaikan kalender tanam.

Masyarakat juga disarankan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap musim kering, seperti kacang hijau, singkong, kacang tanah, dan jagung.

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau yang dipengaruhi El Nino.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.