Militer Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan skenario baru.
Mereka disebut akan menargetkan para pemimpin Iran jika gencatan senjata benar-benar gagal.
Sejumlah sumber mengatakan, rencana itu masih dalam tahap pengembangan.
Fokus utama berada di kawasan strategis yaitu Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.
Target yang dipertimbangkan cukup spesifik meliputi kemampuan militer Iran di wilayah laut.
Konsep yang digunakan disebut “penargetan dinamis”, artinya, serangan bisa menyesuaikan situasi di lapangan secara cepat.
Sasaran utamanya adalah kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi termasuk kapal penebar ranjau.
Selain itu, ada juga fokus pada aset asimetris Iran yang dinilai efektif dalam mengganggu jalur pelayaran internasional.
Tidak hanya itu, rencana lain juga menyasar individu tertentu terutama tokoh militer yang dianggap menghambat negosiasi.
Salah satu nama yang disebut adalah Ahmad Vahidi.
Ia diketahui memiliki posisi penting dalam Korps Garda Revolusi Iran.
Namun, pihak Pentagon memilih berhati-hati.
Mereka menolak membahas detail rencana tersebut secara terbuka.
Seorang pejabat menyatakan, semua ini masih bersifat hipotetis dan tidak akan dijelaskan demi alasan keamanan operasional.