Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat mendorong hotel-hotel di wilayahnya menyediakan fasilitas yang lebih ramah difabel, sejalan dengan instruksi pemerintah kota untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif bagi semua kalangan.

"Memang sudah ada beberapa hotel yang ramah difabel, makanya kita terus mendorong supaya hotel-hotel itu menjadi ruang yang layak, ramah bagi difabel. Itu juga sesuai instruksi Wali Kota, supaya Jakarta Barat ini ramah difabel," kata Kepala Seksi Industri Perhotelan Sudin Parekraf Jakbar, Gun Gun Mujiantara saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Pihaknya menyelipkan imbauan itu dalam setiap pengawasan rutin terhadap hotel-hotel di wilayah setempat.

"Jadi dalam pengawasan itu, selain cek kelengkapan dokumen, kita juga sampaikan imbauan itu, bahwa hotel itu harusnya ramah bagi difabel. Dan beberapa belum itu sudah mulai menerapkan," ujar Gun Gun.

Berdasarkan data tahun 2023, kata Gun Gun, jumlah hotel bintang 1 sampai 5 hanya 54, lalu hotel non bintang 70.

"Itu belum termasuk motel dan apartemen," imbuhnya.

Dalam data yang dihimpun ANTARA, hotel ramah difabel memiliki beberapa fasilitas khusus.

Beberapa di antaranya adalah menyediakan aksesibilitas mandiri berupa ram (bidang miring) dengan kemiringan maksimal tujuh derajat dan lebar minimal 120 sentimeter.

Kemudian punya kamar mandiri khusus difabel (luas, akses kursi roda, grab bar di toilet). Lalu tombol lift braille atau bersuara, punya guiding block (jalur pemandu), serta staf yang terlatih.

Fasilitas itu memastikan mobilitas dan kemandirian tamu difabel.