Video seorang pendaki menggendong speaker berukuran besar di punggungnya saat sedang mendaki Gunung Andong. Penjaga di pos pendakian mengaku kecolongan.
Pendaki itu terlihat berjalan sambil menggendong speaker di jalur pendakian gunung Andong. Videonya pun jadi viral di media sosial.
Aksi itu dinilai mengganggu pendaki lainnya. Pengelola Basecamp Gunung Andong pun mengaku kecolongan. Video tersebut salah satunya diunggah di akun Instagram @infokabarmagelang pada Kamis (23/4).
tulis keterangan pada unggahan itu.
Dalam video tersebut terlihat seorang pemuda yang mendaki sambil menggendong speaker berbentuk kotak. Speaker itu terus memutar lagu-lagu di sepanjang rute pendakian yang dilewati.
Sampai di puncak Gunung Andong, speaker itu masih terus memutar lagu dan disebut mengganggu pendaki lainnya. Hal inilah yang membuat netizen memberikan komentar negatif.
Warganet juga menyarankan kepada pengelola basecamp agar lebih selektif terhadap barang bawaan pendaki. Dimintai konfirmasi terkait video viral tersebut, pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Khoirul, mengakui kecolongan.
"Iya, orang ini lolos dari pengawasan, penjaganya kecolongan," kata Khoirul dalam pesan singkat, Kamis (23/4).
"Untuk ke depannya pengelola akan lebih ketat untuk aturan yang sekiranya tidak boleh dibawa ke Gunung Andong. Pengelola akan terus meningkatkan aturan yang ketat, yang berlaku agar kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi," sambungnya.
Khoirul menegaskan, pendaki Gunung Andong dilarang membawa minuman keras, narkoba, dan obat terlarang.
"Juga dilarang membawa alat musik, speaker, music box, sound dan lain-lainnya. Dilarang membawa tisu basah, kembang api, flare, dan sebagainya. Dilarang masuk (mendaki) tanpa izin," tegasnya.





