Harga MinyaKita di Kabupaten Malinau Kini Naik, Mulai Rp 25 Ribu hingga Rp 30 Ribu
Junisah April 25, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Harga minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita dan kemasan premium di tingkat pedagang eceran wilayah perkotaan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari tingkat distributor yang menyebabkan stok MinyaKita dan minyak goreng kemasan premium di sejumlah toko mulai menipis.

Kondisi tersebut memaksa pedagang menaikkan harga jual ke konsumen guna menyesuaikan dengan harga modal yang juga merangkak naik.

MinyaKita yang menjadi pilihan utama warga kini dibanderol hingga 270 ribu rupiah per dus untuk kemasan satu liter.

Baca juga: Sempat Kosong di Pasaran, 72.000 Liter Stok MinyaKita Tiba di Tarakan, Aman hingga Dua Bulan

Seorang pedagang di Pasar Induk Malinau, Eni mengatakan kenaikan harga yang paling terasa terjadi pada minyak goreng program pemerintah tersebut.

"Yang naik betul itu MinyaKita 1 dos yang 1 liter itu Rp 265 ribu -Rp 270 ribu harga sebelumnya Rp 215 ribu saja per dus. kalau yang 1 dos 5 liter 500an, eceran  Rp 135 ribu, sebelum nya itu Rp 98 ribu. Nah sekarang di toko toko kurang juga stoknya," ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Harga di pasaran saat ini untuk MinyaKita berkisar di angka Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kemasan, sebelumnya di angka Rp 20- Rp24 ribu.

Begitupun harga minyak goreng komersil kemasan premium,  merek Bimoli dari Rp 25 ribu melonjak jadi Rp 28 ribu per kemasan. 

Terjadinya kenaikan harga ini dikeluhkan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga yang mulai merasakan dampak domino pada komoditas kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Dijadwalkan Pekan Ini, 1.500 Dus Minyak Goreng Merek MinyaKita Tiba di Agen Malinau

Nurhayati, seorang ibu rumah tangga di Malinau Kota menyebutkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng, tetapi juga merambat ke bahan dapur lainnya.

"Sekarang apa-apa naik, mulai dari elpiji sampai minyak goreng kemasan harganya sudah beda jauh dari bulan lalu. Kami harus pintar-pintar bagi uang belanja supaya cukup untuk kebutuhan dapur," ucap Nurhayati.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga jual minyak goreng saat ini bervariasi dengan kenaikan pada jenis subsidi maupun premium berkisar antara 5 hingga 10 ribu rupiah dari harga awal.

Sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID dalam sidak pasar menemukan persoalan utama terletak pada rantai distribusi komoditas tersebut.

Ketiadaan agen dan distributor lokal khusus varian Minyakita mengakibatkan stok barang sering mengalami kekosongan di pasaran.

Selain itu, adanya kenaikan ongkos distribusi pada minyak goreng komersil serta kendala pada aktivitas ekspedisi turut memengaruhi fluktuasi harga di Kabupaten Malinau.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.