Penyebab MinyaKita Langka di Pasaran di Lampung, Harga Ecer Tembus Rp21 Ribu
Noval Andriansyah April 27, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kelangkaan Minyakita mulai dirasakan pedagang di Pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung.

Para pedagang menduga masalah terjadi sejak di tingkat distributor, sehingga pasokan ke pasar ikut tersendat.

Dampaknya langsung terasa di lapak-lapak sembako. Selain stok makin sulit didapat, harga Minyakita juga ikut merangkak naik.

Pada Minggu (26/4/2026), harga minyak goreng kemasan sederhana itu sudah dijual sekitar Rp21 ribu per liter di pasar tersebut.

Angka itu jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Harga MinyaKita di Bandar Lampung Naik Jadi Rp 21 Ribu per Liter, Stok Langka

Dalam aturan resmi Permendag Nomor 43 Tahun 2025, yang sebelumnya mengacu pada Kepmendag Nomor 1028 Tahun 2024, HET Minyakita dipatok Rp15.700 per liter.

Pedagang sembako di Pasar Pasir Gintung, Handika Dwi Saputra (22), mengatakan kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran 2026.

“Sudah naik dari sebelum lebaran sampai sekarang. Sekarang harga perkartonnya Rp245 ribu, sebelumnya Rp235 ribu. Naik Rp10 ribu,” ujarnya, Minggu.

Menurut Handika, satu karton Minyakita berisi 12 kemasan ukuran satu liter.

Karena harga dari distributor naik, pedagang akhirnya menjual eceran sekitar Rp21 ribu per liter.

“Perkartonnya isi 12. Kalau diecer per liter kita jual Rp21 ribu,” katanya.

Bagi pedagang, kondisi ini cukup menyulitkan. Selain harus menaikkan harga jual, mereka juga mulai kesulitan mendapatkan stok barang.

Handika menduga kelangkaan ini terjadi sejak di tingkat distributor. Pasokan yang masuk ke pasar tidak sebanyak biasanya.

Akibatnya, pedagang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan barang, bahkan terkadang tidak kebagian stok.

Jika kondisi ini terus berlanjut, para pedagang khawatir dampaknya akan terasa ke konsumen.

Terutama bagi ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang setiap hari membutuhkan minyak goreng sebagai bahan pokok.

Distribusi Terganggu

Sebelumnya, gangguan distribusi minyak goreng bersubsidi MinyaKita dalam beberapa pekan terakhir memicu perubahan pola pasokan di pasar tradisional Kabupaten Pesawaran Lampung. 

Ketika jalur resmi dari Perum Bulog sempat terhenti, pedagang beralih ke sumber alternatif yang berdampak langsung pada lonjakan harga di tingkat eceran.

Situasi ini mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran mengambil langkah cepat untuk memulihkan distribusi.

Koordinasi intensif dengan Bulog dilakukan agar pasokan kembali masuk ke pasar pemerintah dan menstabilkan harga yang sempat menyimpang dari ketentuan.

Kepala Disperindag Pesawaran, Razak, mengungkapkan bahwa kekosongan distribusi resmi selama hampir satu bulan menjadi titik awal ketidakseimbangan pasar.

Dalam kondisi tersebut, pedagang tidak memiliki pilihan selain mencari stok dari jalur non-subsidi dengan harga lebih tinggi.

Akibatnya, harga MinyaKita yang semestinya berada di kisaran Rp15.700–Rp16.000 per liter melonjak hingga sekitar Rp20.000 per liter di sejumlah titik.

Kenaikan ini bukan disebabkan oleh kebijakan harga resmi, melainkan efek berantai dari mahalnya harga tebus yang diterima pedagang.

“Begitu pasokan resmi terhenti, mekanisme pasar berubah. Pedagang menyesuaikan harga karena biaya perolehan mereka juga naik,” jelas Razak.

Fenomena ini terjadi hampir merata di berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Pesawaran.

Selain kenaikan harga, terbatasnya stok juga membuat variasi produk di lapak pedagang berubah, dengan lebih banyak minyak non-subsidi beredar.

Kini, distribusi dari Bulog mulai kembali berjalan. Pemerintah daerah berharap langkah percepatan ini dapat segera mengembalikan keseimbangan pasar dan menekan harga ke level yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih selektif dalam membeli minyak goreng, terutama memastikan produk berasal dari jalur distribusi resmi guna menghindari harga yang tidak wajar.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus / Oky Indrajaya )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.