DPKH Riau Monitoring Peternakan di Bengkalis, Perkuat Program Inseminasi Buatan
M Iqbal April 27, 2026 12:19 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau terus mendorong peningkatan kualitas dan populasi ternak melalui monitoring langsung ke lapangan. Kegiatan ini berlangsung di Kelompok Tani Jaya, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, bersama tim teknis. Monitoring difokuskan pada perkembangan usaha ayam ras petelur serta ternak sapi milik anggota kelompok, termasuk milik peternak Julianto.


Selain itu, tim juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) pada sapi. Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas ternak secara cepat dan terukur.


“Kami ingin memastikan program inseminasi buatan ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak, baik dari sisi peningkatan populasi maupun kualitas ternak,” ujar Mimi, Minggu (26/4/2026).


Dalam kesempatan tersebut, DPKH Riau juga menyalurkan bantuan berupa desinfektan kepada Kelompok Tani Jaya. Bantuan ini bertujuan menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak agar terhindar dari penyakit.


“Sanitasi kandang itu kunci. Kalau lingkungan bersih, ternak sehat, maka produksi juga akan meningkat,” tambahnya.


Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya hadir saat memberi bantuan, tetapi juga memastikan peternak mendapatkan pendampingan secara langsung di lapangan.


“Kami ingin peternak di Riau semakin mandiri, usahanya berkembang, dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah,” kata Mimi.


Sebagai bagian dari penguatan program di lapangan, UPT Inseminasi Buatan Ternak DPKH Riau juga menyediakan layanan semen beku sapi dengan harga terjangkau dan kualitas berstandar SNI.


Pilihan layanan meliputi sexing jantan Rp 40.000 per dosis, sexing betina Rp 35.000 per dosis dan non sexing Rp 7.000 per dosis.


Jenis semen beku tersedia dari berbagai ras unggulan seperti sapi PO, Bali, Simental, Pesisir, hingga Brahman.


Program ini diharapkan mampu membantu peternak dalam meningkatkan kualitas genetik ternak secara lebih cepat, presisi, dan efisien.


"Bagi peternak yang ingin memanfaatkan program ini dapat menghubungi layanan UPT Inseminasi Buatan Ternak DPKH Riau," katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.