TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah dinamika global yang dinilai penuh ketidakpastian, nilai nasionalisme dan cinta Tanah Air kembali diingatkan dalam kegiatan di Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki, Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Tokoh pemuda Kurniawan (Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo) menyampaikan pentingnya penguatan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari di tengah perubahan global.
“Menanamkan semangat nasionalisme kepada masyarakat. Menjadi contoh bagi yang lainnya. Kita boleh belajar tentang agama, itu kewajiban. Tapi jangan dilupakan, kita juga belajar tentang negara ini,” ujar Kurniawan.
Ia menyebut kegiatan di majelis tersebut diisi dengan zikir, pengajian, dan diskusi nilai kebangsaan.
Peserta kegiatan diajak membahas Pancasila, simbol negara seperti Garuda Pancasila, serta pembahasan terkait nilai kebangsaan.
Kegiatan juga diisi doa bersama untuk Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Kurniawan, pendidikan agama dan pemahaman ideologi negara perlu berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.
“Tidak semata-mata pelajaran Islam saja yang diajarkan, tetapi juga ideologi negara kita. Masih menyanyikan Indonesia Raya, masih membuka butir-butir Pancasila,” katanya.
Baca juga: Kehadiran Prabowo di Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, Kedekatan dengan Ahmad Dhani
Pimpinan Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki, KH Sa’adih Al Batawi, menyampaikan pentingnya pemahaman sejarah perjuangan bangsa.
Ia menyebut generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
“Kita menyadari sebagai anak bangsa, kita dilahirkan di sini dan mempunyai kewajiban moral atas negeri ini. Karena negeri ini diperjuangkan oleh para pahlawan kita dan mereka menitipkan amanah kepada kita,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pemahaman ideologi negara dalam kehidupan berbangsa.
“Kalau kita tidak paham ideologi, kapan kita bangga jadi anak bangsa?” ucapnya.
KH Sa’adih mengajak peserta menjaga persatuan dan mendoakan para pemimpin bangsa agar dapat menjalankan tugasnya.