Cuaca Mekkah dan Madinah Saat Ini, Jemaah Disambut Panas Terik
Fitriadi April 27, 2026 07:03 AM

 

BANGKAPOS.COM - Sebagian jemaah haji Indonesia sudah sampai di Madinah Aeab Saudi.

Suhu udara di Madinah saat ini mencapai 34 derajat Celcius dengan kelembapan 25 persen.

Sedangkan di Mekkah, sekitar Masjidil Haram, antara 34-35 derajat Celcius.

Baca juga: 1.074 Jemaah Haji Babel Siap Berangkat ke Tanah Suci, Masa Tunggu Kini Capai 26 Tahun

Meski secara kalender masuk periode musim semi, suhu di Makkah dan Madinah tetap berpotensi tinggi, bahkan mendekati karakter panas ekstrem.

Fenomena ini menandai fase transisi penting, di mana ibadah haji mulai bergeser dari musim panas menuju musim yang relatif lebih “sejuk”.

Tahun 2026 menjadi awal dari siklus baru pelaksanaan haji di musim semi yang akan berlangsung hingga 2033.

Baca juga: Siap-siap 2030 Kuota Haji Indonesia Diprediksi Bertambah 100 Persen

Setelah itu, haji akan bergeser ke musim dingin pada periode 2034–2041 yang dianggap lebih ideal. 

Pergeseran ini terjadi karena kalender Hijriah yang lebih pendek sekitar 10–12 hari dari kalender Masehi, sehingga waktu pelaksanaan haji terus maju setiap tahun.

Namun, para jemaah tetap diimbau waspada terhadap suhu tinggi dan risiko dehidrasi.

Berdasarkan prediksi meteorologi yang dilansir dari Weather2Travel, puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026 akan diwarnai suhu panas yang cukup ekstrem.

Di Makkah, suhu siang hari diperkirakan berkisar 39–40 derajat Celsius, dengan kemungkinan melonjak di atas 40°C saat wukuf di Arafah.

Sementara di Madinah, suhu bahkan bisa mencapai 43°C pada siang hari dan turun ke sekitar 24°C pada malam hari.

Selain itu, indeks UV diprediksi berada pada level ekstrem (11+), sehingga jemaah berisiko tinggi mengalami paparan sinar matahari langsung.

Kondisi semakin menantang karena kelembapan udara sangat rendah, di bawah 30 persen. Situasi ini menciptakan panas kering yang membuat tubuh cepat kehilangan cairan tanpa disadari.

Upaya Arab Saudi Antisipasi Panas 

Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan berbagai inovasi untuk melindungi jemaah. Salah satunya adalah teknologi “white road”, yakni pelapisan jalan yang mampu menurunkan suhu permukaan hingga 12–15°C. 

Selain itu, sistem semprotan uap air (mist spraying) dan penanaman pohon peneduh juga diperluas untuk menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk.

Imbauan Kemenhaj Untuk Jemaah Haji

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat hingga Minggu (26/4/2026) sebanyak 72 kloter atau 28.274 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, mengingatkan para jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, Arab Saudi untuk menjaga kesehatan mereka.

Ichsan mengimbau jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Madinah untuk banyak minum air putih selama di sana.

Jemaah juga dianjurkan menggunakan pelindung kepala dan pakaian yang nyaman untuk mengantisipasi tingginya suhu di Madinah.

"Kami juga perlu mengingatkan bagi jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 25 persen."

"Untuk itu, mohon tetap jaga kesehatan, banyak minum air putih, gunakan pelindung kepala, dan kenakan pakaian yang nyaman," kata Ichsan Marsha dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (24/4/2026), dikutip dari kanal YouTube Kementerian Haji dan Umrah RI.

Jemaah juga dianjurkan memanfaatkan waktu untuk istirahat yang cukup dengan menggunakan fasilitas hotel yang telah disiapkan.

Ichsan meminta jemaah haji untuk lebih mengutamakan ibadah yang wajib dan tetap mengikuti arahan dari petugas haji dan ketua kloter.

"Ikuti arahan dari petugas dan ketua kloter, serta memanfaatkan waktu untuk istirahat yang cukup. Memanfaatkan fasilitas hotel yang sudah disiapkan, dan utamakan ibadah yang wajib."

"Tentu yang tidak kalah penting, jangan ragu atau segan untuk menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. Kami siap membantu kapanpun diperlukan. Untuk itu, mari kita jaga kebersamaan, saling bantu, dan semoga ibadah haji kita berjalan lancar serta penuh keberkahan," imbuhnya.

Pantauan reporter Tribun Network, Sri Juliati langsung dari Mekkah, suasana di Masjidil Haram yang sebelumnya lengang Kamis (23/4/2026) mulai ramai.

Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara seperti Bangladesh, Turki, hingga India mulai berdatangan.

Para jemaah haji terlihat memadati di titik-titik tertentu. Misalnya di Gate 79 atau dikenal sebagai King Fahd Gate yang merupakan salah satu pintu masuk utama favorit di sisi barat Masjidil Haram.

Pintu ini strategis karena memberikan akses langsung ke area Mataf (tawaf) dan Ka'bah, serta dekat dengan Zamzam Tower.

Sebagian besar jemaah haji juga terlihat mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan ibadah umrah.

Para petugas di Masjidil Haram tampak bekerja keras mengatur arus jemaah serta menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif.

Askar (petugas keamanan) juga bersikap tegas menertibkan jamaah yang berkerumun dengan berseru, "Yalla, yalla" yang artinya "ayo, cepat."

Sementara cuaca di Arab Saudi masih dilaporkan masih menyengat.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jemaah haji asal Indonesia baru akan didorong ke Makkah mulai 1 Mei 2026.

Saat ini, para jemaah haji yang telah terbang dari sejumlah embarkasi Tanah Air tengah berada di Madinah.

Di Madinah, para jemaah haji akan tinggal selama 8-9 hari sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Makkah secara bertahap.

Pakai Payung Hingga Tabir Surya

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang pertama untuk mengantisipasi cuaca panas.

Kepala Daker (Kadaker) Madinah Khalilurrahman mengatakan jemaah juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi kesehatan.

Ia mengimbau jemaah untuk menggunakan perlindungan diri seperti payung, kacamata, masker, alas kaki yang nyaman untuk menghadapi cuaca panas di Tanah Suci.

"Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit," kata Khalilurrahman dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyarankan jemaah menggunakan tabir surya (sunscreen) serta pelembap bibir untuk melindungi tubuh dari paparan panas ekstrem.

Di sisi lain, kabar baik datang bagi jemaah dari lima kloter pertama yang mendapatkan fasilitas hotel dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi.

Jarak penginapan hanya sekitar 50 meter, sehingga memudahkan akses ibadah, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, termasuk untuk berziarah ke Raudhah.

Lebih dari 2.500 jemaah disebut mendapatkan akomodasi yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi, sehingga mobilitas menuju area ibadah menjadi lebih ringan.

Selain itu, terdapat perubahan dalam layanan haji tahun ini, khususnya terkait kartu Nusuk.

Jika sebelumnya dibagikan setibanya di Arab Saudi, kini kartu tersebut sudah diterima jemaah sejak di Tanah Air.

Setibanya di hotel, pihak syarikah hanya memberikan sosialisasi penggunaan kartu tersebut.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary mengingatkan mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia, sehingga penting untuk menjaga kondisi fisik.

"Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi fisik yang prima sangat diperlukan agar jemaah dapat menjalani puncak ibadah haji pada Mei mendatang dengan baik.

Layanan Fast Track

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff mengatakan, salah satu terobosan utama tahun ini adalah optimalisasi layanan fast track (Makkah Route) yang menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah. 

Melalui layanan ini, proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu antre saat tiba di Jeddah atau Madinah.

"Layanan fast track ini secara nyata mempercepat proses kedatangan jemaah di Tanah Suci. Jemaah bisa langsung menuju hotel tanpa harus melalui antrean panjang imigrasi, sehingga lebih nyaman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan," ujar dia.

Layanan fast track tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Adisoemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar.

Penambahan Makassar menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan transportasi udara melalui Garuda Indonesia dan Saudia Airlines yang berpengalaman dalam penerbangan haji.

"Sejak di embarkasi, kami pastikan jemaah mendapatkan layanan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen, hingga akomodasi dan konsumsi yang memadai agar jemaah siap berangkat dalam kondisi prima," kata Maria.

Dari sisi layanan di embarkasi, jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan serta menerima dokumen penting seperti paspor, living cost 750 riyal Arab Saudi, gelang identitas, dan kartu Nusuk. 

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi menegaskan, program fast track merupakan arahan langsung dari Raja Arab Saudi sebagai bentuk pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.

"Program fast track ini adalah instruksi langsung dari Raja Arab Saudi agar seluruh layanan kepada tamu Allah dapat dipermudah, terlebih Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar," ungkapnya.

Kemenhaj menegaskan, perluasan layanan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Farid Assifa/ Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani, Fahdi Fahlevi, Sri Juliati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.