Kronologi Suami di Banyuwangi Bakar Istri hingga Tewas, Dipicu Cekcok Masalah Ekonomi
Tim TribunTrends April 27, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM – Seorang pria lanjut usia bernama Sularni (63) di Banyuwangi tega menyiram bensin ke tubuh istrinya, Nur Khasanah (56), lalu membakarnya pada Jumat (24/4/2026) sekitar tengah malam. Mengejutkan, setelah melakukan aksinya, pelaku juga diduga membakar dirinya sendiri.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar sangat parah hingga akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Saat ini, pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

"Untuk sementara ada beberapa pasal yang kami sangkakan. Ancaman hukuman maksimalnya bisa mencapai 12 tahun penjara,” ujar Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, Minggu (26/4/2026) dilansir Kompas.com.

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasangan suami istri itu diketahui kerap berselisih, terutama terkait masalah ekonomi keluarga, termasuk biaya untuk anak yang akan berangkat ke luar negeri.

Ilustrasi kobaran api - Kisah suami di Banyuwangi bakar istri lalu mencoba mengakhiri hidupnya sendiri, dipicu konflik rumah tangga yang kerap terjadi.
Ilustrasi kobaran api - Kisah suami di Banyuwangi bakar istri lalu mencoba mengakhiri hidupnya sendiri, dipicu konflik rumah tangga yang kerap terjadi. (indiatimes.com)

"Awal mula sekitar pukul 16.00 WIB, korban bertengkar dengan suaminya diduga terdapat permasalahan terkait perekonomian di dalam keluarga," ujar Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto dilansir dari SURYAMALANG.COM.

"Sering bertengkar serta sudah sempat mengajukan perceraian pada Maret," tambahnya.

Korban dan pelaku sempat dilarikan ke RSUD Genteng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun kondisi keduanya sangat kritis, dengan korban mengalami luka bakar hingga 100 persen dan pelaku sekitar 85 persen.

Baca juga: Soal Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rp5 M, Rudy Masud Minta Maaf, Ganti Kursi Pijat Pakai Uang Pribadi

"Dimungkinkan korban dan terduga pelaku akan dirujuk di RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif, karena menurut penjelasan dari dokter potensi kematian luka bakar sangat tinggi sehingga dibutuhkan ruang isolasi khusus untuk menangani hal tersebut," ujar dia.

Peristiwa bermula sekitar pukul 23.50 WIB saat korban hendak menunaikan salat Isya.

"Ketika itu korban hendak melaksanakan salat Isya. Tiba-tiba suami menyiramkan bensin ke badan korban dan langsung menyulutkan api menggunakan korek," kata Dwi, Sabtu (25/4/2026).

Api dengan cepat membesar dan membakar tubuh korban yang telah tersiram bensin. Korban pun berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar oleh kakak korban, Maksurin, serta tetangga bernama Soleh, yang segera memberikan bantuan.

"Mereka langsung menolong korban dengan cara menyiramkan air yang ada di kamar mandi menggunakan ember," sambung dia.

Setelah api di tubuh korban berhasil dipadamkan, saksi kemudian melihat kobaran api dari dalam kamar rumah.

"Mereka mendapati terduga pelaku sudah dalam keadaan tengkurap dan terdapat api disekujur tubuhnya," ucap dia.

Para saksi kembali berupaya memadamkan api, kali ini pada tubuh pelaku. Diduga, pelaku menyiramkan sisa bensin ke tubuhnya sendiri lalu membakar diri setelah menyerang istrinya.(Tribuntrends.com/Grid.ID/Widy Hastuti Chasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.