TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kondisi memprihatinkan sejumlah ruang kelas di Kabupaten Serang akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengungkapkan bahwa banyak sekolah di wilayahnya sudah lama tidak mengalami pembaruan maupun perbaikan, sehingga kondisinya kini dinilai tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Hal tersebut disampaikan usai meninjau langsung kondisi bangunan sekolah, termasuk di SMPN 2 Tirtayasa, yang mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah bagian.
"Sebagian besar sekolah di Kabupaten Serang sudah lama tidak ada pembaruan atau perbaikan. Kondisinya tadi kita lihat sangat kurang layak," ujarnya kepada TribunBanten.com, Senin, (27/4/2026).
Ia menegaskan, ruangan yang sudah tidak layak pakai sebaiknya tidak digunakan sementara waktu demi keselamatan siswa.
Bahkan, ia meminta pihak sekolah untuk menutup akses ke ruangan yang berpotensi membahayakan.
"Ruangan yang sudah tidak bisa ditempati mohon untuk tidak digunakan dulu karena bisa membahayakan siswa," tegasnya.
Tak hanya ruang kelas, fasilitas lain seperti musala juga luput dari perhatian. Meski sempat diusulkan untuk dimanfaatkan, Ratu Zakiyah menilai kondisi atap yang sudah rapuh membuat ruangan tersebut tidak aman.
"Walaupun ada ruangan yang bisa dijadikan musala, tapi atapnya sudah rapuh, sebaiknya tidak digunakan dulu," tambahnya.
Baca juga: Komplotan Curanmor Bersenjata Api yang Tembaki Polisi di Ciruas Serang Ditangkap di Pelabuhan Merak
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Serang memastikan akan melakukan rehabilitasi terhadap tiga ruang kelas di SMPN 2 Tirtayasa pada tahun ini.
Selain itu, pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) baru juga akan dilakukan di area depan sekolah.
"Insya Allah tahun ini kami akan merehabilitasi tiga ruangan kelas dan membangun UKS sebagai fasilitas baru," jelasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, kerusakan yang terjadi meliputi lantai yang sudah rusak akibat usia bangunan yang mencapai puluhan tahun tanpa perbaikan, plafon yang rapuh, serta dinding yang mulai lapuk.
Ratu Zakiyah berharap, perbaikan sarana dan prasarana ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Serang, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.
"Semoga ini bermanfaat bagi peserta didik dan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung dengan aman dan nyaman," pungkasnya.