Bupati Malteng Dukung Studi UNDERV AC-ID Universitas Indonesia dan Poltekkes Kemenkes Maluku
Mesya Marasabessy April 27, 2026 05:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir mendukung studi UNDERV AC-ID Universitas Indonesia (UI) dan Poltekkes Kemenkes Maluku.

‎UNDERV AC-ID sendiri ialah inisiatif penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang berfokus pada pendekatan sosiokultural untuk mengatasi rendahnya cakupan imunisasi di Indonesia.

‎Melalui forum Participatory Workshop, Senin (27/4/2026), Bupati Maluku Tengah menyampaikan dukungannya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Poltekkes Kementerian Kesehatan Maluku atas pelaksanaan studi yang sangat penting “UNDERV AC-ID”. 

‎Menurut Bupati, studi ini merupakan langkah strategis dalam memahami berbagai faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin pada anak-anak, sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

‎"Kesehatan anak merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.  Pada konteks ini, imunisasi bukan sekadar program kesehatan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi kita," ujar Bupati.

Baca juga: Seleksi Sekretaris Kota Ambon Berlanjut, 4 Kandidat Paparkan Makalah Inovasi

Baca juga: TERKUAK! Imigrasi Ambon Raup Rp307 Juta, Ini Sumber Pemasukannya

Namun demikian, pihaknya menyadari bahwa dalam implementasinya masih terdapat berbagai tantangan, baik dari sisi pemahaman masyarakat, akses layanan, maupun partisipasi dalam kegiatan Posyandu.

‎Melalui hasil studi ini, Bupati Zulkarnain berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan objektif mengenai tingkat partisipasi anak dalam Posyandu dan imunisasi, apa saja kendala yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah solutif yang dapat diambil secara bersama.

‎Hasil kajian akademik ini sangat penting sebagai dasar dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan di daerah. 

‎Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, akan terus berkomitmen memperkuat sektor kesehatan, antara lain melalui peningkatan layanan kesehatan dasar, penguatan peran Posyandu, serta pemberdayaan masyarakat melalui kader-kader kesehatan dan Tim Penggerak PKK.

‎"Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya Dinas Kesehatan, para lurah, kepala pemerintah negeri, serta dukungan aktif dari PKK untuk bersama-sama mengambil peran dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap Posyandu dan imunisasi," tukas Zulkarnain.

‎Ditegaskan, kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan  dalam memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas kesehatan yang optimal.

‎"Saya berharap kegiatan Participatory Workshop ini tidak hanya menjadi forum penyampaian hasil studi, tetapi juga menjadi ruang diskusi yang produktif untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan," imbuh Zulkarnain. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.