Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan rencana penataan program studi (prodi) di perguruan tinggi. Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas, relevansi, dan kontribusi kampus pada pembangunan nasional.
Evaluasi prodi akan dilakukan berdasarkan kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, kontribusi keilmuan, kebutuhan strategis nasional, dan pemerataan pembangunan daerah. Di samping itu, prodi akan dievaluasi berdasarkan aspek peminatan atau serapan kerja.
Pendekatan utama penataan ini berupa transformasi prodi. Langkah ini meliputi penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan program lintas disiplin, skema major-minor, peningkatan kolaborasi riset, serta penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan.
Sementara itu, Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco menyatakan, Kemdiktisaintek menegaskan penutupan program studi bukan pilihan utama.
"Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Prodi Terbanyak di RI Berdasarkan Bidang Ilmu
Sementara itu, berikut jumlah prodi saat ini berdasarkan bidang ilmu masing-masing, dikutip dari laman statistik Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti):
- Pendidikan: 6.933 prodi
- Teknik: 6.190 prodi
- Kesehatan: 4.829 prodi
- Sosial: 4.807 prodi
- Ekonomi: 4.378 prodi
- Pertanian: 2.240 prodi
- Agama: 1.879 prodi
- MIPA: 1.425 prodi
- Humaniora: 770 prodi
- Seni: 520 prodi
Bidang Ilmu dengan Lulusan Terbanyak
Adapun bidang ilmu yang menghasilkan lulusan terbanyak pada tahun ajaran 2023/2024 berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2024 terbitan Kemdiktisaintek, dirilis Oktober 2025, yaitu:
- Pendidikan: 490.176 lulusan
- Ekonomi: 284.321 lulusan
- Sosial: 275.387 lulusan
- Teknik: 252.420 lulusan
- Kesehatan: 246.076 lulusan
- Pertanian: 76.479 lulusan
- MIPA: 70.258 lulusan
- Agama: 51.958 lulusan
- Humaniora: 30.328 lulusan
- Seni: 16.840 lulusan
Kemdiktisaintek menggarisbawahi, bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, pendidikan, serta bidang nonterapan tetap memiliki posisi penting dalam arsitektur talenta nasional.
Pihaknya menyatakan, pemerintah tidak memandang pendidikan tinggi secara sempit sebagai penyedia tenaga kerja, melainkan sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat.
Lewat kerja sama dengan perguruan tinggi, industri, pemda, asosiasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat akademik untuk penguatan relevansi pendidikan tinggi dan mutunya, lulusan pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga dapat menciptakan pekerjaan, membangun inovasi, dan menjawab tantangan bangsa.





