Evakuasi Sulit, 7 Korban Terjepit pada Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Jaisy Rahman Tohir April 28, 2026 01:53 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Proses evakuasi korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur mengalami kesulitan lantaran banyaknya jumlah korban yang terjepit.

Pantauan TribunJakarta.com, proses evakuasi masih berlangsung hingga pukul 23.35 WIB melibatkan petugas gabungan dari SAR, BPBD, PMI dan TNI-Polri. 

KRL yang terlibat kecelakaan merupakan rangkaian dari arah Jakarta menuju Cikarang, begitu juga dengan Kereta Jarak Jauh datang dari arah yang sama. 

Kereta Jarak Jauh dengan kecepatan tinggi kemudian menabrak gerbong wanita KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. 

Gerbong wanita KRL rangkaian Jakarta-Cikarang itu ringsek, bahkan bagian lokomotif Kereta Jarak Jauh sampai masuk ke dalam gerbong. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kereta Jarak Jauh yang terlibat kecelakaan adalah KA Argo Bromo. 

Jumlah penumpang KA Argo Bromo sebanyak 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. 

Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pertolongan kepada korban yang masih terperangkap di dalam gerbong yang hancur.

"Saat ini, pihak Basarnas, TNI, Polri, dan SAR masih proses evakuasi. Sekarang pemotongan gerbong kereta terhadap korban yang masih terjepit. Tadi ada sekitar 6 sampai 7 orang (terjepit), sementara ini gerbong wanita," ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Jumlah Korban

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad langsung mendatangi Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu setelah terjadi tabrakan kereta.

Politikus Gerindra itu didampingi Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, pihak KAI, hingga Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memantau proses evakuasi korban.

Dasco mengungkap update evakuasi korban. Sementara, diketahui ada tiga orang meninggal dunia, dan 29 orang luka-luka.

"Sementara tiga meninggal," kata Dasco.

Dasco mengatakan, jumlah korban masih bisa bertambah, sebab proses evakuasi masih berlangsung. Ia pun mendoakan proses evakuasi bisa berlangsung cepat, dan para korban bisa segera tertolong.

"Dan kalau melihat proses evakuasi yang sedang berlangsung. ada kemungkinan  korban dapat terus bertambah," ujarnya.

KAI Minta Maaf

PT KAI buka suara soal tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur itu.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, mengatakan, pihaknya meminta maaf atas insiden tersebut, dan saat ini sedang fokus mengevakuasi penumpang yang menjadi korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne.

Anne belum memberikan informasi lebih lanjut terkait kronologi maupun jumlah korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.