Jakarta (ANTARA) - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebutkan pihaknya masih melakukan penyidikan dan pendalaman terkait kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.

"Untuk kronologis, kita masih melakukan penyidikan dan pendalaman karena kejadian baru satu jam yang lalu," katanya.

Ia juga menjelaskan, yang utama saat ini pihaknya melakukan pertolongan dan penanganan terhadap para korban.

"Saat ini dari pihak Basarnas, TNI-Polri, dan SAR masih melakukan evakuasi, doakan semoga korban bisa segera kita bawa ke RS," katanya.

Asep juga menyebutkan saat ini yang utama selain memberikan pertolongan kepada para korban adalah melakukan pengamanan TKP, sementara dalam hal jumlah korban masih fluktuatif.

"Mudah-mudahan tidak bertambah, walaupun sekarang masih proses evakuasi," katanya.

Sebanyak 29 penumpang mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit, sedangkan terdapat tiga korban dinyatakan meninggal dunia dalam data sementara.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco mengonfirmasi bahwa data tersebut diperoleh ketika mengecek proses evakuasi langsung di lokasi.

“Saya tidak tahu persis karena masih pendalaman berapa jumlah persisnya. Tapi hambatan dari evakuasi itu karena penumpang dalam keadaan ada yang terjepit kemudian celah untuk ruang evakuasinya sempit,” ujarnya.

Dasco memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar dan saat ini kondisi lokasi kejadian telah steril.

“Saya lihat petugas dari kepolisian maupun dari pihak SAR dan TNI-Polri bekerja dengan kompak di lokasi,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan keterangan resmi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), para korban dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya ke RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.