TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Inilah detik-detik mencekam kecelakaan KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi.
Insiden nahas ini viral di media sosial.
Deretan video hingga foto ramai beredar memperlihatkan kondisi dari kereta api yang ramai berisi penumpang.
Bahkan kabarnya hingga saat ini banyak penumpang yang terjebak di dalamnya.
Lantas seperti apa kejadian nahas tersebut?
Insiden ini terjadi pada Senin (27/4/2026).
Puluhan penumpang jadi korban akibat tubrukan kereta api.
Tepatnya, terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Tercatat 81 korban alami luka-luka.
Tak hanya itu, tujuh orang meninggal dunia atas insiden nahas tersebut.
Baca juga: Diskon Tiket Pesawat, Kapal, Kereta Api hingga 30 Persen, Cek Jadwal Saat Ramadan dan Idulfitri 2026
Awalnya sebuah taksi listrik mogok di perlintasan kereta api JPL 85 Bekasi.
Tak lama setelah itu, kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL KA 5181.
Insiden ini membuat sistem persinyalan hingga operasional terganggu.
Rangkaian KRL lainnya pun tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Namun saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi melaju kencang dari arah belakang.
Alhasil tabrakan pun tak bisa dihindari.
KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Laju yang cepat menyebabkan adanya benturan keras hingga lokomotif Argo Bromo masuk ke dalam gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi menyampaikan data terbaru mengenai jumlah korban. Saat ini terdapat 7 orang meninggal dunia dan 81 luka-luka dan harus dirawat.
"Update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang," ujar Bobby, dikutip dari Tribunnews.
"Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi," tambahnya.
Salah satu penumpang KRL, Munir menjelaskan peristiwa kecelakaan tersebut. Ia juga mengatakan jika tabrakan keras membuat lokomotif Argo Bromo masuk ke dalam rangkaian KRL.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir, dikutip dari Kompas.com.
Penumpang lain, Hendri bahkan mengaku seperti mendengar suara bom saat tabrakan terjadi. Hal ini tentu saja mengagetkan penumpang lain yang berada di gerbong bagian depan.
"Ya kalau kedengarannya seperti suara bom, saking kencangnya," ungkap Hendri.
Kronologi kecelakaan KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi mengakibatkan banyak korban, termasuk 7 korban jiwa berdasarkan data sementara. Diketahui proses evakuasi berjalan sulit karena masih banyak penumpang yang terjebak di dalam gerbong. (*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)(Grid.id)