Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, Dua Tewas dan Puluhan Luka
Muliadi Gani April 28, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, BEKASI - Kecelakaan serius melibatkan kereta api kembali terjadi di wilayah Jabodetabek.

Kali ini, insiden melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin malam (27/4/2026).

Peristiwa ini menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan penumpang dan menyebabkan korban jiwa serta luka-luka.

Salah satu penumpang KRL Commuter Line, Munir, menceritakan detik-detik kejadian.

Munir menyebut peristiwa itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak mobil taksi di sekitar lintasan sehingga menyebabkan antrean kereta.

Dalam kondisi berhenti itulah, dari arah belakang melaju Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," katanya.

Benturan terjadi begitu kuat hingga menyebabkan bagian depan kereta jarak jauh tersebut menembus gerbong belakang KRL.

Gerbong khusus perempuan menjadi salah satu bagian yang mengalami kerusakan paling parah.

Baca juga: Fortuner Tertabrak Kereta Api di Kisaran Timur, Dua Tewas Satu Luka Berat

Banyak penumpang terjebak di dalam karena akses keluar tertutup bangku yang hancur dan badan kereta yang ringsek atau hancur.

Saat ini, sekira pukul 22.39 WIB, proses evakuasi terhadap para korban tengah dilakukan.

Evakuasi para penumpang tampak dilakukan di gerbong KRL.

Kesaksian lain datang dari Hendri, yang berada di rangkaian berbeda.

Ia mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras, bahkan menyerupai ledakan.

“Suaranya seperti bom, sangat kencang,” ujarnya dikutip dari tayangan live Kompas TV, Senin.

Sebelum insiden terjadi, rangkaian KRL disebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi, KRL sempat berhenti cukup lama di stasiun karena adanya aktivitas kendaraan di sekitar jalur lintasan.

Menurut Hendri, kejadian berlangsung sangat cepat.

“Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” kata Hendri.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas diduga menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.

“Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam.

Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,” ujarnya. 

Baca juga: Mualem Gandeng UEA, Bentuk Tim Bersama Dorong Investasi dan Rute Penerbangan Aceh

Hendri mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai kondisi panik di dalam rangkaian kereta. Ia menyebut muncul asap tebal setelah benturan keras terjadi.

“Sekitar jam 8. Karena itu berasap, tabrakan kencang.

Saya tinggal lari,” kata dia. Ia juga menggambarkan suasana saat kejadian, di mana sirene langsung berbunyi dan kondisi sekitar dipenuhi kepanikan.

“Awalnya biasa-biasa saja, tapi begitu ada tabrakan ini kan sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar,” ujarnya.

Penumpang berhamburan keluar menyelamatkan diri di tengah situasi yang kacau.

Proses evakuasi langsung dilakukan sesaat setelah kejadian.

Petugas gabungan dari berbagai instansi, termasuk kepolisian, TNI, Basarnas, pemadam kebakaran, dan tenaga medis, diterjunkan ke lokasi.

Puluhan ambulans terlihat hilir mudik membawa korban ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Hendri menyebut setidaknya lebih dari 35 ambulans dikerahkan untuk menangani korban kecelakaan itu.

Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa atas insiden kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur.

Franoto mengatakan, pihaknya memastikan tengah melakukan evakuasi terhadap para korban dalam kejadian tersebut.

Selain itu, KAI juga berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Hingga malam hari, laporan sementara menyebutkan ada dua korban meninggal dunia dan sejumlah korban luka-luka yang telah dilarikan ke rumah sakit.

Namun, jumlah pasti korban masih dalam pendataan karena proses evakuasi terus berlangsung.

Baca juga: Tragedi Tebing Tinggi:  9 Penumpang Minibus Tewas Terseret Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang

Baca juga: Prabowo Subianto Lantik Dudung Abdurachman sebagai KSP, Harta Kekayaan Rp13,3 Miliar 

Baca juga: Personel TNI AD Jadi Korban Pengeroyokan di Depok, Kasus Dipicu Teguran ke Ibu yang Emosi

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.