625 Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Diprioritaskan Pindah
Eko Darmoko April 28, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) mulai menata kawasan Pasar Gadang dengan memindahkan ratusan pedagang yang selama ini menempati sisi jalan utama sepanjang jalur lurus menuju Jembatan Kedungkandang.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan terdapat sekitar 625 pedagang yang menjadi prioritas relokasi tahap pertama.

“Sekitar 625 pedagang yang posisinya berada di jalan sepanjang lurus dengan Jembatan Kedungkandang."

"Ini sudah kita komunikasikan dan koordinasikan untuk segera pindah ke dalam,” ujar Eko kepada SURYAMALANG.COM, Senin (28/4/2026).

Menurut dia, saat ini proses relokasi tinggal menyisakan penataan pembongkaran kios lama agar area jalan bisa segera dibersihkan.

Eko menambahkan, secara keseluruhan sebanyak 1.200 pedagang sudah berhasil diakomodasi masuk ke area pasar bagian selatan.

Sementara itu, untuk pedagang yang masih menempati trotoar di sisi utara Pasar Gadang, Pemkot akan menanganinya pada tahap berikutnya.

“Itu tahap dua. Jadi yang sebelah sini dulu, karena yang di sini begitu banyak memakan bahu jalan,” jelas Eko.

Baca juga: Pembongkaran Lapak Dimulai, Seluruh Pedagang Pasar Gadang Kota Malang Sudah Direlokasi

Langkah ini diprioritaskan agar arus lalu lintas di kawasan Pasar Gadang kembali normal dan tidak terganggu aktivitas jual beli di tepi jalan.

Setelah menempati lapak baru di dalam pasar, para pedagang tetap diwajibkan membayar retribusi sebagaimana aturan pasar rakyat pada umumnya.

“Pasti, karena ini pasar rakyat, jadi punya kewajiban untuk membayar retribusi,” ujarnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya keringanan retribusi bagi pedagang yang membangun lapak sendiri, Eko menegaskan tidak ada perlakuan khusus.

“Tidak ada, kita berlakukan sama saja,” katanya.

Pemkot Malang juga memastikan fasilitas penunjang di area relokasi sudah dipersiapkan, mulai dari toilet, drainase, hingga lahan parkir.

“Sudah dihitung semua. Infrastruktur pendukung dari pasar ini sudah ada semua,” ujar Eko.

Untuk parkir kendaraan, ia menyebut area di belakang pasar telah disiapkan dan kapasitasnya dinilai mencukupi.

“Ada di belakang parkir. Banyak, fasilitas parkir kita penuhi semua,” pungkasnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan Pemkot Malang akan membangun jalan kembar.

Proses tender sudah berjalan dan pekerjaan fisik ditargetkan dimulai pada minggu keempat Mei 2026.

“Insyaallah minggu keempat bulan Mei fisik mulai jalan. Sekarang proses tender sudah mulai dilakukan,” jelasnya.

Pembangunan jalan tersebut memakan anggaran Rp 14,9 miliar dari pemerintah pusat dan tidak mengalami perubahan nilai kontrak.

“Nilainya tetap Rp 14,9 miliar. Tidak ada perubahan,” tegas Wahyu.

Pemkot Malang juga menyiapkan desain jalan baru untuk mencegah munculnya pedagang kaki lima (PKL) maupun praktik jual beli langsung dari kendaraan di pinggir jalan.

Wahyu menjelaskan nantinya akan dipasang pagar pembatas tinggi, area tanaman, lalu badan jalan sebelum area pertokoan.

“Saya minta pagar pembatasnya lebih tinggi supaya tidak ada kesempatan PKL muncul. Jadi orang berhenti beli model drive-thru sudah tidak bisa,” ujarnya.

Dengan desain tersebut, kendaraan tidak bisa berhenti sembarangan dan kawasan jalan diharapkan berfungsi optimal sebagai jalur lalu lintas utama.

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulahrjanto menerangkan, perencanaan pembangunan terdiri atas tiga bagian yang mencakup perbaikan jalan, drainase, hingga rehabilitasi jembatan.

Dandung menyampaikan bahwa proyek tersebut telah dipaparkan kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sebagai bagian dari penataan kawasan.

“Kami sudah memaparkan konsep pembangunan Jalan Pasar Gadang kepada wali kota,” ujarnya.

Ruang lingkup proyek dimulai dari kawasan traffic light Pasar Gadang hingga Simpang Empat Jalan Rajasa. Pekerjaan dilakukan dengan kombinasi material, yakni aspal dan beton (rigid), menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Sebagian menggunakan aspal, sebagian lagi beton. Ini menyesuaikan kondisi jalan,” jelasnya.

Selain itu, sistem drainase juga akan diperkuat dengan pembangunan gorong-gorong di sisi kanan dan kiri jalan kembar, masing-masing berdiameter satu meter. Hal ini untuk menghindari banjir.

“Gorong-gorong akan dibangun di kedua sisi jalan untuk mendukung aliran air,” ujarnya.

Untuk jembatan, akan dilakukan pengerukan lapisan aspal lama sebelum dilakukan pelapisan ulang. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban struktur jembatan. Jembatan akan menggunakan bahan aspal.

“Lapisan lama dikeruk dulu, baru diaspal ulang agar tidak menambah beban,” katanya.

Baca juga: Pemkot Malang Serius Perbaiki Jalan Pasar Gadang, Pedagang Diminta Pindah Paling Lambat 25 April

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.