Taufik Dibegal dan Diceburkan ke Sungai oleh Teman Pacar Setelah Pesta Miras
M Syofri Kurniawan April 29, 2026 07:59 AM

TRIBUNJATENG.COM, LUMAJANG - Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban begal.

Kejadiannya di jembatan Jalur Lintas Selatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Motor Honda Beat bernomor polisi B 3945 CLE serta sebuah telepon genggam miliknya dirampas ketika melintas.

Baca juga: Aksi Begal Sadis di "Kelok 8" Kendal, Pegawai Indomaret Dibacok saat Perjalanan Pulang

Kronologi

Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/4/2026) dini hari setelah korban mengantar pacarnya kembali di rumah.

Kronologi kejadian itu bermula ketika korban apel di rumah pacarnya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang sekitar pukul 19.30 WIB. 

"Keduanya kemudian pergi ke pasar malam di Lapangan Kunir. Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diminta mengantarkan pacarnya ke rumah temannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Setelah tiba di lokasi tujuan, kata dia, pemuda diminta pulang dengan diantar oleh tiga orang laki-laki yang merupakan teman dari pacarnya, karena mengaku tidak mengetahui arah perjalanan pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban diarahkan melewati jalur sepi di Jalan Lintas Selatan (JLS).

Prapto mengungkapkan kendaraan korban kehabisan bahan bakar ketika melintas di kawasan tersebut.

"Salah satu pelaku sempat membantu mendorong kendaraan hingga mencapai jembatan di Desa Wotgalih. Sesampainya di atas jembatan, para pelaku tiba-tiba menghentikan laju dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban,” imbuh Prapto.

Berdasarkan keterangan korban, kata dia, ketiga pelaku melayangkan pukul bertubi-tubi di bagian kepala korban hingga hingga menyebabkan luka dan pendarahan. 

Selain itu, satu dari tiga pelaku itu juga mengancam menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Beruntung, korban berhasil menghindari sabetan senjata tajam tersebut.

"Sehingga tidak mengalami luka akibat benda tajam. Namun kekerasan tidak berhenti di situ. Korban kemudian didorong ke arah sungai," paparnya.

Prapto bilang, korban sempat berpegangan pada pagar jembatan, tapi pelaku terus menendang badan pemuda hingga terjatuh ke Sungai Bondoyudo.

Saat itu juga, korban berusaha berenang ke tepi sungai sebelah timur dalam kondisi tubuh terluka hingga berhasil naik kembali ke atas jembatan.

"Saat itulah korban menyadari bahwa sepeda motor dan telepon genggamnya telah hilang dibawa kabur oleh para pelaku," ulasnya.

Berdasarkan keterangan korban, kata Prapto, pemuda tersebut sempat diajak mengonsumsi minuman keras oleh teman perempuan di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, Lumajang, sebelum dibegal tiga orang tersebut.

“Kami juga tengah melakukan upaya identifikasi dan pengejaran terhadap para pelaku,” omongnya.

Sementara, Muhammad Taufik Hidayat selaku korban mengungkapkan kenal dengan tiga pelaku saat pesta miras bareng pacarnya pada pukul 02.00 WIB .

"Saya minta tunjukin jalan pulang. Diantarlah sama tiga orang ini, kenalnya dari pacar saya waktu minum-minum itu. Saya bawa motor sendiri, yang anter juga pakai motor sendiri,” ucapnya.

Selama perjalanan pulang, Taufik mengaku perutnya mual usai pesta miras tersebut, kemudian muntah saat kehabisan bahan bakar di tengah jalan.

"Di sana itu saya dipukuli sama tiga orang yang nganter tadi dan langsung didorong dari jembatan ke sungai. Sudah coba ngelawan tapi gak mampu,” tambahnya. (*)

 

Baca juga: Berangkat Kerja Pagi, Karyawati Pabrik Teh Nyaris Jadi Korban Begal di Kecepak Batang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.