Menteri PPPA Minta Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah,Dirut PT KAI Menolak:Kami Tak Bedakan Gender
Firmauli Sihaloho April 29, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan menempatkan keselamatan seluruh penumpang sebagai prioritas utama tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Pernyataan itu disampaikan Bobby sebagai respons atas usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang mengajukan agar gerbong khusus perempuan pada KRL ditempatkan di bagian tengah rangkaian, sementara gerbong paling depan dan belakang diperuntukkan bagi penumpang laki-laki.

Selama ini, diketahui bahwa gerbong KRL perempuan ditempatkan di bagian paling depan dan belakang.

Arifah pun menilai posisi gerbong di bagian depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi tabrakan, sehingga perlu penataan ulang untuk melindungi kelompok rentan.

Adapun, usulan ini disampaikan Arifah sebagai respons atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang semua korbannya adalah perempuan karena penumpang di gerbong wanita itu berada di bagian ujung rangkaian dan dihantam KA Argo Bromo Anggrek.

Dari kejadian ini, korban meninggal dunia tercatat ada sebanyak 15 orang perempuan. 

Meski muncul usulan tersebut, Bobby menegaskan bahwa PT KAI tidak akan membedakan gender laki-laki dan perempuan dalam hal keselamatan.

Baca juga: Dugaan Korupsi BOSDA-BSOP SMAN 1 Ujung Batu Rohul, Kepsek dan Bendahara Dituntut Berbeda

Baca juga: Breaking News: 3 Saksi Beri Keterangan di Sidang Lanjutan Abdul Wahid, Pengunjung PN Pekanbaru Padat

"KAI menjamin keselamatan, bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Terkait dengan penempatan gerbong perempuan itu, Bobby menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi wanita.

"Jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," paparnya.

Bobby pun menekankan kembali bahwa prioritas utama PT KAI adalah keselamatan seluruh penumpang.

"Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan, pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun perempuan," tegasnya.

Setelah kecelakaan yang terjadi ini, kata Bobby, PT KAI tetap akan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan terhadap para pelanggan kereta.

"Baik selama masa pemulihan maupun setelah masa pemulihan ini. Dalam masa pemulihan, kami membuka dua posko tanggap, satu di Stasiun Bekasi Timur dan satu lagi di Gambir selama 14 hari ke depan," ujar Bobby.

Identitas Korban Tewas

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta itu tercatat ada sebanyak 15 orang perempuan.

Adapun, puluhan penumpang lainnya yang mengalami luka-luka menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit wilayah Bekasi. Sementara seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Berikut daftar nama korban tewas: 

RS Polri Kramat Jati

Tutik Anitasari (31) 
Harum Anjasari (27) 
Nur Alimantun Citra Lestari (19) 
Farida Utami (50) 
Vica Acnia Fratiwi (23) 
Ida Nuraida (48) 
Gita Septia Wardany (20) 
Fatmawati Rahmayani (29) 
Arinjani Novita Sari (25) 
Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)

RSUD Kota Bekasi 

Nuryati (41)
Nurlaela (39) 
Enggar Retno Krisjayanti (35) 

Rumah Sakit Bella Bekasi 

Ristuti Tustirahato 

RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

Adelia Rifani

(Tribunnews.com/Rifqah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.