WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Awan duka di langit Bekasi kian pekat.
Jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi tabrakan maut di Stasiun Bekasi Timur resmi bertambah menjadi 16 orang.
Mia Citra (25), salah satu penumpang yang sempat bertahan dalam kondisi kritis, mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICU RSUD Kota Bekasi pada Rabu (29/4/2026) pagi.
Baca juga: Terungkap Tabungan Rahasia Arinjani Novitasari, Mimpi Umrah yang Kandas di Tragedi Kereta Bekasi
Perjuangan Terakhir di Ruang ICU
Mia Citra menjadi simbol pilu betapa dahsyatnya kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut.
Sejak dievakuasi dari jepitan gerbong yang ringsek pada Selasa dini hari, kondisi Mia terus merosot.
Ia sempat berjuang melawan masa kritis selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB.
"Saya dikabarkan pihak rumah sakit kalau kondisi Mia terus drop. Pas saya sampai di RS, keponakan saya sudah tidak ada," ujar Ika, tante almarhumah, dengan nada lirih di depan ruang jenazah RSUD Kota Bekasi.
Jenazah Mia direncanakan akan dibawa ke kediamannya di Perumahan Mangun Jaya Lestari II, Tambun Selatan, sebelum akhirnya diberangkatkan menuju peristirahatan terakhirnya di kampung halaman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Total 106 Penumpang Menjadi Korban
Dalam konferensi pers terbaru di Stasiun Bekasi Timur, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan data komprehensif mengenai dampak insiden berdarah ini.
Berdasarkan catatan resmi per Rabu siang, total terdapat 106 penumpang yang terdampak langsung.
"Korbannya mencapai 106 orang, terdiri dari penumpang meninggal dunia dan luka-luka. Kami mencatat 91 orang mengalami luka-luka, di mana 38 di antaranya sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing," ungkap Bobby.
Pihak KAI menegaskan komitmen mereka untuk terus memantau kondisi para korban yang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan seperti RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya.
Baca juga: "Aku Mau Pulang…” Kenangan Terakhir Harum Anjarsari: Pejuang Rupiah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi
Duka yang Menembus Rel Kereta
Kepergian Mia Citra menambah daftar panjang "pejuang rupiah" yang gugur dalam perjalanan.
Tragedi ini tidak hanya menjadi catatan hitam dalam sejarah perkeretaapian nasional, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi puluhan keluarga yang kini kehilangan anggota keluarga tercinta.
Hingga saat ini, investigasi menyeluruh masih dilakukan oleh tim gabungan untuk mengungkap penyebab pasti mengapa kereta jarak jauh dapat menghantam Commuter Line yang sedang berhenti dari arah belakang.
Publik kini menanti transparansi dan tanggung jawab penuh atas hilangnya 16 nyawa manusia di jalur rel yang seharusnya aman.