POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Rentetan peristiwa tragis kembali menyelimuti wilayah Belitung Timur pada Rabu (29/4/2026). Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat dua kejadian warga yang nekat mengakhiri hidupnya, memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Kejadian terbaru menimpa seorang pemuda asal Kecamatan Gantung. Korban ditemukan dalam kondisi kritis di Jalan Aik Mahok, Desa Gantung, pada Minggu pagi. Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Puskesmas Gantung.
Menanggapi peristiwa tersebut, Polres Belitung Timur tidak hanya fokus pada proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap dampak psikologis yang dirasakan masyarakat.
Kasi Humas Polres Beltim, Ipda Asep Achmadi, seizin Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang terjadi secara berdekatan dalam waktu singkat.
“Kami sangat prihatin dengan adanya peristiwa ini, apalagi terjadi dalam waktu yang berdekatan. Kami membenarkan adanya laporan warga yang meninggal dunia,” ujar Ipda Asep.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menitikberatkan pada langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Polres Beltim mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi tekanan hidup, persoalan pribadi, maupun masalah keluarga, agar tidak mengambil jalan pintas.
"Polres Belitung Timur mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama yang saat ini mungkin sedang menghadapi permasalahan pribadi, tekanan hidup yang berat, maupun persoalan keluarga, agar tidak mengambil jalan pintas," ucap IPDA Asep.
Pihak kepolisian menekankan bahwa setiap persoalan hidup, seberat apa pun itu, pasti memiliki jalan keluar jika dikomunikasikan bersama pihak yang tepat. Tekanan mental tidak seharusnya dipikul sendirian hingga memicu tindakan nekat yang merugikan diri sendiri dan keluarga.
Masyarakat juga diharapkan untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar mereka. Polres Beltim mengajak warga untuk segera mencari bantuan atau minimal berkomunikasi bersama orang terdekat jika merasa buntu.
"Jangan ragu untuk berbicara. Segera berkomunikasi dengan keluarga, tokoh masyarakat, atau pihak terkait lainnya. Pendampingan yang tepat sangat krusial dalam menghadapi setiap persoalan hidup," ungkap IPDA Asep.
Selain imbauan kepada individu, kepolisian juga berharap fungsi sosial di masyarakat kembali diperkuat. Tetangga, teman, dan kerabat diminta untuk saling merangkul jika melihat adanya perubahan perilaku yang mengarah pada depresi atau tekanan batin pada seseorang.
Langkah imbauan ini diharapkan menjadi pengingat bagi warga Belitung Timur bahwa dukungan sosial dan komunikasi adalah kunci utama dalam menghadapi persoalan, sehingga tidak ada lagi nyawa yang hilang sia-sia karena keputusan sesaat. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)