TRIBUNNEWS.COM - Timnas Curacao menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026 yang menarik untuk disorot.
Hal ini tak lepas karena status yang disematkan kepada mereka, yakni negara terkecil yang akan tampil di Piala Dunia.
Curacao merupakan negara dengan pulau kecil di Laut Karibia -tenggara teluk Meksiko, yang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda.
Luas wilayahnya hanya sekitar 444 km⊃2; dengan populasi sedikit di atas 150 ribu jiwa.
Sebagai perbandingan, luas wilayah tersebut tak berbeda jauh dengan besarnya kota Palembang yang menjadi ibukota Sumatera Selatan, sekitar 400km⊃2;.
Curacao bahkan lebih kecil dari luas DKI Jakarta yang memiliki luas sekitar 664km⊃2;.
Meski kecil, Curacao dikenal sebagai destinasi wisata eksotis dengan pantai berwarna biru jernih dan budaya campuran Eropa-Karibia.
Fakta uniknya, banyak pemain timnasnya lahir atau besar di Belanda, tetapi memilih membela tanah leluhur mereka.
Baca juga: Profil Timnas Ghana di Piala Dunia 2026 - Dari Kudus ke Semenyo, Black Stars Ganti Tukang Gendong
Curacao adalah debutan di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, mereka belum pernah tampil di putaran final.
Tim ini merupakan penerus dari entitas lama, Netherlands Antilles, yang juga tidak pernah menembus Piala Dunia.
Namun dalam satu dekade terakhir, perkembangan mereka cukup pesat.
Curacao pertama kali tampil di kualifikasi Piala Dunia FIFA untuk Brasil 2014.
Mereka tampil di Gold Cup atau Piala Emas Concacaf dan mencapai perempat final 2019.
Dalam kualifikasi menuju Piala Dunia 2022, tim berjuluk Blue Wave ini nyaris melangkah lebih jauh sebelum akhirnya disingkirkan tipis oleh Panama dengan agregat 1-2 di fase akhir.
Perjalanan Curacao untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 terbilang impresif.
Absennya tiga tuan rumah—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—dari jalur kualifikasi membuka peluang lebih lebar, dan Curacao mampu memaksimalkannya.
Mereka tampil dominan sejak babak awal kualifikasi zona CONCACAF:
Hasil imbang 0-0 melawan Jamaika di laga terakhir memastikan mereka finis sebagai juara grup dan mengunci tiket bersejarah ke Piala Dunia.
Baca juga: Profil Timnas Yordania: Debutan Piala Dunia yang Siap Jadi Kuda Hitam, Status Runner-up Piala Asia
Di balik perkembangan tersebut, ada peran penting sosok pelatih.
Dalam waktu lama, Curacao dibangun oleh Remko Bicentini yang memberi fondasi kuat dengan memperkenalkan banyak pemain ke tim nasional.
Namun, pada Januari 2024, federasi mengambil langkah besar dengan menunjuk pelatih berpengalaman, Dick Advocaat.
Advocaat, yang pernah membawa Belanda ke perempat final Piala Dunia 1994 dan menangani Korea Selatan di edisi 2006, langsung memberi dampak signifikan.
Di bawah arahannya, Curacao tampil tajam dengan mencetak 28 gol dalam 10 laga kualifikasi—terbaik di antara seluruh tim CONCACAF—serta hanya kebobolan tiga kali di fase akhir.
Meski demikian, perjalanan tersebut kembali mengalami perubahan saat Advocaat mundur pada Februari 2026 karena alasan pribadi.
Posisinya kemudian digantikan oleh sesama pelatih asal Belanda, Fred Rutten.
Ini menjadi pengalaman pertama Rutten di level tim nasional, setelah sebelumnya malang melintang menangani klub di Belanda.
FC Twente, PSV Eindhoven, Vitesse, dan Feyenoord, adalah sederet klub yang pernah dilatihnya, selain juga sempat berkarier di Jerman, Uni Emirat Arab, Israel, dan Belgia.
Beberapa pemain kunci yang patut diperhatikan:
Kombinasi pemain diaspora Eropa dan talenta lokal menjadi kekuatan utama mereka.
Curacao tergabung di grup D yang cukup berat dengan lawan-lawan kuat:
Baca juga: Profil Timnas Mesir di Piala Dunia 2026: Tim Mohamed Salah Sentris
Secara realistis, Curacao yang merupakan debutan bukanlah favorit di grup ini.
Kehadiran tim besar seperti Jerman membuat persaingan sangat berat.
Namun, status tanpa beban justru bisa menjadi keuntungan.
Jika mampu mencuri poin dari Ekuador atau Pantai Gading, bukan tidak mungkin Curacao menciptakan kejutan dan membuka peluang lolos ke fase gugur.
(Tribunnews.com/Tio)