TRIBUN-BALI.COM - Sebuah mobil berisi enam orang mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di wilayah Lingkungan Bantang Banua, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat insiden ini.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan kecelakaan ini terjadi pada Selasa (28/4) sekitar pukul 18.45 Wita. Kecelakaan berlokasi di ruas jalan Dewa Made Kaler - Sukasada, tepatnya di sebelah timur jembatan Sambangan.
“Yang terlibat kecelakaan kendaraan roda empat jenis Toyota DK 1373 JV,” ucapnya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Rabu (29/4).
Baca juga: KISAH Pilu Kakak Beradik Yatim Piatu di Bukit Tuntung, Juni & Agus Bertahan Hidup dari Uluran Tangan
Baca juga: DPO Operator Judol Kamboja Ditangkap di Benoa! 4 Tersangka Mahasiswa, Polda Bali Gulung Sindikat!
Mobil jenis kijang itu diisi enam orang. Di antaranya Kadek Budiarta (43), yang bertindak sebagai pengemudi. Sedangkan penumpangnya masing-masing bernama Komang Sukerti (33), Gede Darsana (66), Luh Kompiang Nursiati (65), Komang Dinda Pradnya Cahyani (4), Ketut Sarini (72).
Peristiwa kecelakaan berawal dari mobil kijang yang datang dari arah timur menuju ke barat, melintasi jalan Dewa Made Kaler. Sesampainya di jalan turunan dan tikungan, mobil mengalami kendala pada rem.
“Pengereman mobil tiba-tiba tidak berfungsi. Alhasil sopir membanting setir ke kiri, yang mengakibatkan mobil terbalik hingga menabrak pembatas rumah di kiri jalan sehingga terjadi kecelakaan tunggal,” jelasnya.
Seluruh penumpang mengalami luka-luka hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit. Namun dari enam orang di dalam mobil, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Iptu Yohana menyebut, Kadek Budiarta selaku sopir mengalami luka lecet pada tangan kanan dan wajah. Komang Sukerti mengalami luka lecet pada kedua kaki, dan terasa sakit pada tangan kanan.
Selanjutnya Gede Darsana dan Luh Kompiang Nursiati mengalami lecet pada kedua tangan dan kaki. Komang Dinda mengalami luka lecet pada kedua tangan dan kaki serta benjol pada kepala bagian belakang.
“Sementara Ketut Sarini mengalami lecet pada kedua tangan dan kedua kaki dan luka robek pada kepala belakang. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh team medis RSU KDH Bros Singaraja,” ujarnya.
Berdasakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan disebabkan kurang hati-hatinya pengendara mobil saat memasuki jalan menurun dan menikung tidak bisa menguasai kendaraanya. Sehingga menyebabkan terjadilah laka lantas. “Selain korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan kerugian materiil senilai Rp 10 juta,” tandasnya. (mer)