Anggaran Bendungan Bagong Trenggalek Dapat Tambahan Rp 600 Miliar, Wapres Gibran : Semangat Terus!
Rendy Nicko April 30, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mendapat angin segar usai Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung, Kamis (30/4/2026).

Proyek yang menelan anggaran Rp 2,1 triliun, kini mendapat tambahan anggaran Rp 600 miliar untuk segera diselesaikan.

Dalam kunjungan RI-2 tersebut tidak ada sesi wawancara doorstop kepada awak media. Namun dalam testimoni yang ia tuliskan untuk proyek Bendungan Bagong yang berada di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan Trenggalek ini untuk tetap bersemangat.

"Semangat terus!!," pesan Gibran.

Baca juga: Wapres Gibran Didampingi Raffi Ahmad Tinjau Bendungan Bagong Trenggalek, Ditarget Selesai 2029

Wapres Gibran mendengar pemaparan langsung oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tentang karakteristik bendungan. 

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong di Trenggalek, Senna Ananggadipa Adhitama menjelaskan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini menegaskan Proyek Bendungan Bagong ini tetap berlanjut.

"Jadi direncanakan pembangunan kita sampai dengan 2029, karena (terkendala) efisiensi-efisiensi. Kalau kita bisa percepat, kita akan percepat," ujar Senna Anggadipa Adhitama usai kunjungan Wapres Gibran.

Sementara untuk progres sampai dengan saat ini sekitar 60 persen. Dengan total anggaran yang semula Rp 2,1 triliun mendapatkan suntikan penambahan anggaran cukup banyak.

"Sebelumnya Rp 2,1 triliun, nanti ada penambahan sekitar Rp 600 juta," bebernya.Ia menyebutkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat ini cukup berarti. Sehingga bisa selesai tepat waktu dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Trenggalek.

"Harapan kita tentu dari pemerintah tetap menganggarkan, sehingga kita bisa terus melaksanakan dan menyelesaikan pembangunan Bendungan Bagong ini," katanya.

Terkendala Lahan

Perihal kendala molor, Senna mengakui adanya keterlambatan yang cukup signifikan pada fase awal. Hal ini disebabkan oleh permasalahan lahan yang belum tuntas saat kontrak pertama kali ditandatangani pada tahun 2018.

Sehingga aktivitas konstruksi secara masif baru benar-benar bisa dimulai pada kurun waktu 2021 hingga 2022.

Meski demikian, Senna menegaskan bahwa kendala teknis seperti tanah longsor yang sempat terjadi beberapa waktu lalu bukan menjadi penghalang utama. Menurutnya, peristiwa tersebut dipicu oleh karakteristik lapisan tanah koluvial yang bersifat bergerak.

"Kalau longsoran memang karena lapisan koluvial, jadi tanahnya bergerak. Namun, itu bukan menjadi kendala utama karena pada bagian main dam (bendungan utama) sendiri tidak ada masalah untuk kita laksanakan," jelasnya.

Senna menambahkan, target penyerapan anggaran secara total diproyeksikan menyentuh angka 60 persen pada akhir tahun ini. Mengingat masih ada beberapa paket pekerjaan yang baru akan berjalan, termasuk adanya tambahan paket senilai Rp 600 miliar.

"Konstruksi saat ini kita fokus pada penyelesaian timbunan main dam serta bangunan pelimpah atau spillway," jelasnya.

Di sisi lain, urusan pembebasan lahan kini hanya menyisakan sekitar dua persen dari total kebutuhan area seluas 200 hektar. Sisa lahan yang belum terbebaskan tersebut meliputi Tanah Kas Desa (TKD) dan tanah wakaf yang saat ini masih dalam proses administratif.

"Pembebasan lahan tersisa sekitar 2 persen saja. Tinggal TKD dan apa namanya wakaf. Masih berproses," tandasnya.

Gibran Sapa Kepala Desa

Usai meninjau lokasi Bendungan Bagong, Gibran lantas menyapa dua puluhan kepala desa yang sudah menunggu di tenda. Tepat di sisi selatan lokasi peninjauan Bendungan Bagong. 

Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, Puryono yang menjadi perwakilan menyampaikan terima kasih atas kedatangan Wapres Gibran di Trenggalek.

Seluruh kepala desa menegaskan mendukung penuh program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, Puryono juga mengeluhkan banyak persoalan yang ada di desa. Mulai penonaktifan KIS PBI-JK, hingga fiskal desa atau Dana Desa yang berkurang. 

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.