Kebakaran Apartemen Mediterania: Perjuangan Kakak-Adik Turuni 26 Lantai di Tengah Kepulan Asap Tebal
Hironimus Rama April 30, 2026 05:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Kepanikan luar biasa melanda penghuni Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026) pagi.

Insiden kebakaran yang diduga berasal dari area basement memaksa puluhan penghuni berjibaku menyelamatkan diri melalui tangga darurat di tengah kepulan asap pekat yang menyusup hingga lantai 33.

Hingga siang hari, petugas gabungan telah berhasil mengevakuasi sedikitnya 89 orang keluar dari gedung setinggi 35 lantai tersebut.

Baca juga: Apartemen Mediterania Tanjung Duren Terbakar: Asap Hitam Membumbung, Damkar Evakuasi Penghuni

Kesaksian Mencekam dari Lantai 26

Salah satu kisah dramatis datang dari Joy (24) dan adiknya, Janis (21). Keduanya harus menempuh perjuangan fisik yang luar biasa demi mencapai titik aman. 

Joy menceritakan bahwa situasi darurat baru ia sadari sekitar pukul 08.30 WIB setelah terbangun dan menerima telepon dari ibunya.

Tanpa sempat mendengar bunyi alarm, Joy dan Janis langsung berlari menuju tangga darurat dari unit mereka di lantai 26. Namun, pelarian mereka tidaklah mudah.

“Di tangga darurat itu asap semua, jadi enggak kelihatan apa-apa,” ujar Joy saat ditemui di lokasi kejadian.

Kondisi jalur evakuasi yang gelap dan dipenuhi asap memaksa mereka mencari jalur tangga lain yang relatif lebih aman.

Dengan napas tersengal, kakak-beradik ini berjalan cepat menuruni puluhan lantai. Usai berhasil mencapai lantai dasar, keduanya tampak lemas dan harus mendapatkan bantuan alat pernapasan (oksigen) di atas kursi roda.

“Masih agak sesak sih, tapi sudah lebih baik,” tambah Joy yang wajahnya nampak pucat dengan keringat membasahi pelipis.

Penyebab Kebakaran: Panel Listrik Basement

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi menjelaskan bahwa sumber api diyakini bukan berasal dari unit hunian, melainkan dari gangguan teknis pada instalasi gedung.

“Sumber api diduga berasal dari panel listrik di area basement. Tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Informasi yang beredar di media sosial terkait unit terbakar dan jendela hangus tidak benar,” tegas Twedi saat ditemui di lokasi, Kamis (30/4/2026).

Meskipun api utama berhasil dipadamkan dengan cepat, asap merambat dengan sangat efektif melalui rongga jalur kabel hingga menyebar ke lantai-lantai atas.

Hal inilah yang menyebabkan polusi udara di dalam gedung menjadi sangat berbahaya bagi pernapasan.

Puluhan Penghuni Dilarikan ke Rumah Sakit

Berdasarkan laporan terkini, tercatat sekitar 20 orang harus dilarikan ke beberapa rumah sakit seperti RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan akibat mengalami sesak napas berat.

Hingga pukul 13.00 WIB, pantauan di lokasi menunjukkan asap mulai menipis, namun proses pendataan masih terus berlangsung.

Petugas mencatat masih ada sekitar 20 orang yang memilih bertahan di unit lantai atas karena merasa kondisi udara di dalam kamar mereka masih cukup bersih dan aman.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti korsleting pada panel listrik tersebut, sementara area gedung masih dalam pengawasan ketat petugas.

 Laporan: Yolanda Putri Dewanti/Wartakotalive.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.