Sosok Tukiman Jemaah Haji Asal Bengkulu Meninggal, Tangis dan Permintaan Maaf Jadi Kenangan Keluarga
Hendrik Budiman April 30, 2026 06:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepergian Tukiman (54), jemaah haji asal Kota Bengkulu yang meninggal dunia di Madinah, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Almarhum yang merupakan warga RT 18 Gang Sepakat, Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu, dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.

Anak kedua almarhum, Ahmad Fauzi, menceritakan bahwa ayahnya sehari-hari merupakan pribadi yang ceria dan senang bercanda dengan siapa saja.

“Bapak itu orangnya gampang akrab, suka bercanda, di mana pun dia berada,” ujar Fauzi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (30/4/2026).

Namun, menjelang keberangkatan haji, keluarga merasakan ada perubahan sikap pada diri almarhum.

Fauzi menyebut, ayahnya mulai lebih sering membicarakan soal ibadah dan kehidupan setelah kematian.

Baca juga: Dinkes Bengkulu: ISPA hingga Myalgia Dominasi Keluhan Jemaah Haji di Madinah

“Bapak sering bilang kalau hidup di dunia ini tidak lama, yang penting ibadah jangan sampai ditinggalkan,” katanya.

Selain itu, Tukiman juga diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, meski tidak tergolong parah dan masih bisa dikontrol.

Minta Maaf Sambil Menangis

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, almarhum juga berkeliling menemui keluarga, teman, dan kerabat untuk meminta maaf.

Hal tersebut dilakukan dengan cara yang tidak biasa, bahkan sambil menangis dan memeluk orang-orang terdekatnya.

Tak hanya itu, saat persiapan haji, almarhum juga hanya membawa perlengkapan secukupnya, yang sempat membuat keluarga bertanya-tanya. Meski demikian, saat itu keluarga tetap berusaha berpikir positif.

“Bapak minta maaf sambil nangis, beda dari biasanya. Kami juga sempat merasa heran,” ungkap Fauzi.

Meninggal di Madinah

Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kota Bengkulu, Tukiman Sadi Kromo Karso (54)  meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, Rabu (29/4/2026).

Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Padang (PDG 004). 

Berdasarkan laporan petugas kesehatan haji, Tukiman sempat melaksanakan salat Subuh di Masjid Nabawi sebelum akhirnya jatuh pingsan di area pelataran masjid.

Petugas kesehatan haji Bengkulu, Gefie Yulita, mengatakan hingga saat ini proses administrasi dan penanganan lanjutan masih berlangsung di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

HAJI - Jenazah Jamaah Haji asal Kota Bengkulu, Tukiman Sadi Kromo Karso (54), Rabu (29/4/2026). Jemaah haji asal Kota Bengkulu meninggal dunia di Madinah usai pingsan setelah salat Subuh di Masjid Nabawi.
HAJI - Jenazah Jamaah Haji asal Kota Bengkulu, Tukiman Sadi Kromo Karso (54), Rabu (29/4/2026). Jemaah haji asal Kota Bengkulu meninggal dunia di Madinah usai pingsan setelah salat Subuh di Masjid Nabawi. (HO Kemenhaj Provinsi Bengkulu)

“Belum ada keterangan resmi lanjutan karena proses administrasi masih berlangsung di KKHI,” ungkap Gefie dalam rilis Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, menjelaskan almarhum sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), Tukiman masuk kategori risiko tinggi dengan diagnosis old myocardial infarction atau riwayat serangan jantung lama.

Saat ditemukan, kondisi almarhum sudah mengalami penurunan kesadaran dan denyut nadi tidak teraba. 

Tim kesehatan kloter bersama petugas emergensi Masjid Nabawi langsung memberikan pertolongan pertama sebelum membawa almarhum ke Rumah Sakit As Salam Madinah.

“Di rumah sakit, almarhum langsung mendapat tindakan resusitasi, namun dinyatakan meninggal dunia pukul 07.00 waktu Arab Saudi,” jelas Kurniawan.
Berdasarkan Certificate of Death (COD), almarhum meninggal akibat acute myocardial infarction due to coronary artery disease atau serangan jantung akut akibat penyumbatan pembuluh darah koroner.

Diketahui, Tukiman berangkat haji bersama ayahnya yang berusia 90 tahun.

Rencananya, almarhum akan disalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah.

Pihak keluarga dan sesama jemaah mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta wafat dalam keadaan husnul khotimah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.