Penilaian Desa Cantik Jadi Awal, Pengelolaan Data Desa di Tana Tidung Didorong Berkelanjutan
Junisah April 30, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang diikuti tiga desa di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara diharapkan mampu mendorong transformasi pengelolaan data desa menuju sistem yang lebih modern dan berbasis digital.

Diketahui Pemkab Tana Tidung melalui Dinas Sosial PMD bersama BPS Tana Tidung telah menunjuk Desa Limbu Sedulun dan Desa Sebawang Kecamatan Sesayap serta Desa Buong Baru Kecamatan Betayau sebagai perwakilan untuk mengikuti penilaian Desa Cantik.

Tak hanya itu, Kabupaten Tana Tidung juga telah mengikut sertakan beberapa desa lainnya dalam penilaian Desa Cantik di beberapa tahun sebelumnya dengan prestasi tertinggi diraih Desa Mendupo Kecamatan Betayau yang berhasil masuk 10 besar secara nasional.

Penguatan data dari tingkat desa dinilai menjadi kunci dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca juga: Pemkab Tana Tidung Libatkan Akademisi Perguruan Tinggi Dukung Desa Cantik, Perkuat SDM dan Data

Kepala Dinas Sosial PMD Tana Tidung Arief Prasetiawan menegaskan, pengelolaan data tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional, melainkan harus mengikuti perkembangan teknologi.

“Kita tidak mungkin lagi bertahan dengan sistem pencatatan manual. Saat ini sudah masuk era digitalisasi, dan Desa Cantik menjadi salah satu langkah menuju ke sana,” ujar Arief kepada TribunKaltara.com, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui program ini desa didorong untuk merapikan data mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian yang dapat diakses secara terbuka, termasuk melalui website.

“Data yang ada sebenarnya sudah tersedia, tinggal kita rapikan, kita olah, dan kita sajikan dengan baik agar bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Menurutnya, data yang tersusun dengan baik akan memberikan manfaat besar dalam mendukung pengambilan kebijakan di tingkat desa maupun daerah.

Baca juga: Tiga Desa Ikut Penilaian Program Desa Cantik, Dinsos PMD Tana Tidung Dorong Perbaikan Data

“Data itu bukan sekadar angka, tapi menjadi acuan dalam menentukan kebijakan,” terangnya.

Ia berharap, implementasi program Desa Cantik tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berkelanjutan dan menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Ini bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan. Harapannya ke depan desa bisa mandiri dalam pengelolaan data dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.