Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA – Wakil Bupati (Wabup) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Ronny Elopere, menghadiri peresmian Gedung Kapela Katolik Yesus Ninoe Milagatnem, Paroki Elagaima, pada Kamis (30/04/2026).
Dalam momen tersebut, ia memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan sekaligus memberikan pesan tegas terkait pengelolaan dana kampung di wilayah tersebut.
Wabup Ronny menekankan bahwa keberhasilan pembangunan gereja ini merupakan buah dari kerja keras dan perjuangan panjang seluruh panitia dan umat. Namun, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kampung dan gereja dalam hal pendanaan pembangunan sarana ibadah.
Baca juga: YPMAK Bentuk Pokja 2026 di Kampung Akar Guna Perkuat Ekonomi Berbasis Kerja
Dalam sambutannya, Ronny mengungkapkan bahwa ia telah lama memberikan arahan kepada para kepala kampung agar peka terhadap kebutuhan gereja di wilayah masing-masing.
Menurutnya, dana kampung seharusnya bisa dialokasikan separuh untuk melengkapi kekurangan fasilitas rumah ibadah berdasarkan kesepakatan bersama.
"Saya menugaskan kepala kampung di sini tujuannya untuk melihat gereja ini. Jika ada kekurangan dalam gereja, itu bisa dilengkapi melalui dana kampung. Jangan hanya pikirkan kepentingan pribadi, prioritaskan untuk kepentingan umum seperti gereja," tegas Ronny.
Wabup juga menyinggung beberapa kendala sepele yang sering kali menghambat proses pembangunan di lapangan, salah satunya mengenai perbedaan pendapat terkait estetika bangunan, seperti pilihan warna cat. Ia berharap perdebatan teknis semacam itu tidak menjadi penghalang selesainya pembangunan fisik.
Baca juga: DLH Biak Numfor Siapkan 16 Sekolah Menuju Program Adiwiyata Nasional 2026
"Saya sudah koordinasi dengan pastor dekan, soal warna cat itu apa saja bisa. Jangan sampai masalah kecil seperti itu menghambat proses. Jika ada umat atau pihak yang berniat membangun, tolong dihargai dan didukung," tambahnya.
Selain itu, Ronny Elopere mengingatkan masyarakat agar tidak menghabiskan anggaran hanya untuk konsumsi atau kebutuhan jangka pendek semata.
Ia mendorong agar dana yang ada dikelola secara transparan untuk investasi jangka panjang bagi masyarakat.
"Jangan hanya pikir makan-makan saja, tapi kepentingan umum kita lupakan. Ke depan, mari kita lebih bijak. Jika ada dana masuk, atur baik-baik melalui kesepakatan umat demi kemajuan kita bersama," pungkasnya.(*)