Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) melatih pelaku usaha untuk memaksimalkan pemasaran produk secara digital lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekonomi Kreatif bertajuk “Dari Kreasi ke Strategi Promosi” tahun 2026.

“Total lima puluh pelaku usaha dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengikuti pelatihan untuk membuka wawasan mereka dalam mengembangkan usaha yang mereka jalankan,” Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali para pelaku ekonomi kreatif dengan wawasan yang lebih luas serta kemampuan yang mumpuni dalam mengembangkan usaha.

Menurut dia di era globalisasi saat ini memiliki produk yang baik saja tidak cukup. Namun pelaku usaha juga dituntut mampu memotret, merekam, dan memasarkan produknya secara menarik melalui media sosial.

Pelatihan ini fokus pada tiga subsektor unggulan yaitu fesyen melalui pelatihan membatik, fotografi, serta film, animasi, dan videografi.

Menurut dia melalui fokus tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus strategi promosinya.

Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Batik Gobang, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI), serta para praktisi fotografi, videografi, dan digital marketing.

“Kegiatan ini kami kemas dengan berbagai metode, mulai dari teori dan praktik, sesi berbagi inspirasi (sharing session), hingga pendampingan lanjutan bagi peserta melalui grup komunikasi daring,” kata dia.

Ia meminta peserta agar memanfaatkan kegiatan ini secara optimal sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan promosi.

Sonti mengaku optimistis produk batik dan destinasi wisata Kepulauan Seribu dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga mancanegara.

“Mari kita buktikan bahwa dari pulau-pulau kecil ini dapat lahir strategi besar yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim menilai materi yang diberikan meliputi teori dan praktik membatik, strategi branding digital, estetika visual fotografi, hingga pembuatan konten video pendek.

Hal ini menjadi nilai tambah bagi peserta dalam mengembangkan usahanya.

“Semoga para pelaku ekonomi kreatif di Pulau Untung Jawa mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Seorang peserta, Nurkholis (35) mendapatkan banyak pengalaman baru serta mendorong peserta untuk lebih kreatif dalam membuat konten promosi.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar pelaku usaha semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya