LPK SO Mirai Nusantara Rayakan HUT ke-25, Gedung Baru di Jatinangor Sumedang Diresmikan Lima Keraton
Siti Fatimah April 30, 2026 10:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sending Organization (SO) Pemagangan Jepang, Mirai Nusantara merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-25 sekaligus meresmikan gedung pelatihan baru dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari, yang mencapai puncaknya pada Kamis (30/4/2026).

Direktur LPK SO Mirai Nusantara, Endi Setiadji, mengatakan rangkaian kegiatan dimulai dengan lomba cerdas cermat antar peserta, dilanjutkan lomba pidato yang melibatkan LPK se-Jawa Barat, hingga puncak acara berupa peresmian gedung baru.

Peresmian gedung tersebut dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti oleh lima perwakilan keraton, yakni Keraton Sumedang Larang, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Keraton Pakualaman, dan Keraton Sumenep.

Endi menjelaskan, pelibatan unsur keraton dalam peresmian tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan nilai sejarah bangsa.

“Bagaimanapun juga kita tidak bisa lepas dari leluhur. Kita menghormati para raja yang punya peran dalam perjalanan bangsa ini,” ujar Endi kepada Tribun Jabar.id, di Gedung LPK SO Mirai Nusantara, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 

Ia mengaku secara khusus meminta restu dari para raja agar pengembangan lembaga yang dipimpinnya dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan restu dan keberkahan para raja, kami berharap usaha ini terus berkembang dan memberi manfaat,” katanya.

Memasuki usia ke-25 tahun, LPK Mirai Nusantara menargetkan peningkatan kapasitas pelatihan, khususnya untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Saat ini, kapasitas pelatihan mencapai sekitar 100 orang, namun ke depan ditargetkan meningkat hingga 200 orang.

Dalam setahun, lembaga tersebut mampu memberangkatkan hingga 350 peserta, meski target idealnya mencapai 1.000 orang.

Endi menambahkan, peluang kerja ke Jepang masih terbuka lebar seiring dengan kondisi demografi negara tersebut yang mengalami penurunan jumlah angkatan kerja muda dan peningkatan usia penduduk.

“Jepang membutuhkan tenaga kerja dari luar, termasuk dari Indonesia. Ini peluang yang harus kita tangkap,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.