Sortir Paket di Sentra Pengolahan Pos Jogja Kini Pakai Robot, Satu Jam Mampu Olah Cepat 3 Ribu Paket
Yoseph Hary W April 30, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sistem kerja di Kantor Sentra Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta, di Jalan Plemburan, Ngaglik, Kabupaten Sleman kini berbenah. Tak ada lagi istilah lelah ataupun salah baca alamat saat memilah ribuan paket yang masuk. 

Hal ini seiring mulai beroperasinya 48 unit robot pintar yang bertugas menggantikan peran kerja manual dalam menyortir paket.

Diklaim lebih akurat

Melalui scan barcode yang presisi, pasukan robotik ini mampu bekerja cepat untuk memastikan setiap paket sampai ke tujuan dengan lebih akurat.

Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph mengatakan, SPP Yogyakarta menjadi titik ketiga di Indonesia yang menggunakan kecanggihan teknologi ini, setelah Jakarta dan Surabaya. Menurutnya, transformasi digital ini diambil untuk menjawab tantangan persaingan global di industri kurir yang menuntut ketepatan waktu dan biaya yang lebih kompetitif.

"Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas jumlah dokumen yang diproses di Yogyakarta dengan biaya yang lebih rendah. Dengan adanya mesin ini, diharapkan estimasi efisiensi biaya yang tercipta sekitar 30-35 persen," kata Joseph, didampingi Direktur Operasi Donny Maya Wardhana saat meninjau dan meresmikan mesin sortir robotik di SPP Yogyakarta, Kamis (30/4/2026). 

48 unit robot olah 3.000 paket per jam

Teknologi ini terdiri dari 48 unit robot yang dapat bekerja secara simultan. Dalam satu jam, mesin-mesin canggih ini mampu mengolah hingga 3.000 dokumen atau paket. Kapasitas ini jauh melampaui kemampuan sortir manual yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia.

ROBOT POS: Puluhan robot resmi dioperasikan untuk menyortir paket di Sentra Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta. Melalui scan barcode yang presisi, pasukan robot ini mampu menyortir paket dengan cepat.
ROBOT POS: Puluhan robot resmi dioperasikan untuk menyortir paket di Sentra Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta. Melalui scan barcode yang presisi, pasukan robot ini mampu menyortir paket dengan cepat. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Keunggulan utama dari robot ini adalah tingkat presisi yang tinggi. Jos menjelaskan, sistem robot dilengkapi dengan pemindai (scanner) canggih yang mampu membaca kode batang atau barcode di tiap paket serta timbangan otomatis untuk menentukan berat dokumen secara cepat. Hal ini berbeda dengan tenaga manusia, di mana potensi human error akibat kelelahan ataupun mata yang terkadang kurang awas saat membaca tulisan kecil. Apalagi robot ini mampu bekerja berjam-jam tanpa istirahat, sehingga produktivitas tetap stabil. 

"Seperti kita lihat, mesin ini membaca melalui scanner barcode yang tertempel di dokumen atau paket. Kalau masih dilakukan oleh manusia, biasanya akan ada kesalahan baca. (Misalnya) sedang ngantuk atau matanya sedang kurang awas, biasanya dia akan salah memasukkan ke kotak-kotak yang harusnya dimasukin oleh dokumen itu. Tapi menggunakan mesin ini, maka tidak ada lagi ruang untuk human error," ungkapnya. 

Saat ini, SPP Yogyakarta rata-rata dalam sehari mengolah sekitar 13.000 paket. Melalui penerapan sistem robotik, alur kerja yang semula dilakukan manual, mulai dari menimbang hingga memilah ke kotak tujuan, kini sepenuhnya bisa dilakukan otomatis.

Sortir paket lebih efisien

Pasukan robot bekerja hilir mudik, tanpa kendala di jalur yang telah dibuat. Paket yang telah discan secara otomatis diantar ke masing-masing kotak yang telah ditentukan. Melalui sistem robotik ini, pekerjaan menyortir paket tampak presisi dan lebih efisien. 

Meski sistem telah bekerja otomatis, Jos memastikan keberadaan robot ini bukan untuk memangkas jumlah karyawan, melainkan untuk membantu meringankan beban kerja. Teknologi ini diterapkan untuk menjawab keluhan karyawan mengenai kesulitan membaca alamat atau kode yang sangat kecil pada tiap paket.

"Justru ini membantu karyawan agar tidak terjadi kesalahan input. Biaya yang berhasil diefisiensikan akan dialokasikan kembali sebagai modal kerja berikutnya, sehingga lebih banyak lagi barang yang bisa dikirim," kata dia.

Setelah Jakarta, Surabaya dan kini masuk Yogyakarta, Pos Indonesia berencana melakukan studi kelayakan untuk menerapkan teknologi serupa di beberapa kota besar lainnya. Hal ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat titik-titik dengan volume pengiriman tinggi melalui otomatisasi. Beberapa tempat yang sudah dibidik antara lain di Medan, Bandung hingga Semarang.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.