TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kabar gugurnya prajurit TNI, Praka (Anumerta) Aprianus asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) di Papua menjadi perhatian di media sosial baru-baru ini.
Praka (Anumerta) Aprianus dilaporkan gugur pada Rabu 29 April 2026.
Komandan Kodim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono mengonfirmasi kabar tersebut.
"Betul (Praka (Anumerta) Aprianus gugur saat bertugas di Papua)," ujar Dandim dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Kamis 30 April 2026.
Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari otoritas berwenang mengenai kabar duka ini.
Jenazah Praka (Anumerta) Aprianus dilaporkan telah tiba di Bandara Supadio Pontianak menggunakan pesawat kargo dengan nomor penerbangan JT-0838 dari Surabaya pada Kamis 30 April 2026 pukul 19.50 WIB.
Setelah proses pengangkatan peti, jenazah pun diberangkatkan dari Bandara Supadio Pontianak menuju Kabupaten Sintang pukul 20:34 WIB.
• Jenazah Prajurit TNI Praka Aprianus yang Gugur di Papua Tiba di Bandara Supadio Pontianak
Sosok Praka (Anumerta) Aprianus lantas membuat penasaran warganet terutama di Kalbar.
Siapakah Praka (Anumerta) Aprianus?
Praka (Anumerta) Aprianus lahir di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada 17 September 2001.
Sebelum gugur, pangkat terakhirnya adalah Pratu Aprianus, kemudian dinaikkan satu tingkat menjadi Praka (Anumerta) sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang diberikan.
Aprianus tercatat sebagai prajurit Yonif 611/Awang Long yang berada di bawah komando Kodam VI/Mulawarman, Kalimantan Timur.
Dalam penugasan terakhirnya, ia tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 623/BWU, menjalankan misi menjaga perbatasan negara.
Dengan riwayat tersebut, Aprianus dikenang sebagai sosok prajurit muda yang berani, berdedikasi, dan setia pada tugas menjaga kedaulatan Indonesia.
• Bupati Sintang Kenang Sosok Praka Aprianus Prajurit TNI yang Gugur di Papua
Sosok pribadi Praka (Anumerta) Aprianus disampaikan kakak kandungnya, Margareta.
Ia mengenang Aprianus sebagai pribadi yang aktif dan sangat peduli terhadap keluarga.
“Keseharian Aprianus itu sangat baik. Dia aktif sekali, luar biasa,” ujar Margareta saat ditemui di rumah duka di Desa Baning Kota, Sintang, Kamis 30 April 2026.
Sejak sebelum menjadi prajurit, Aprianus sudah terbiasa membantu orang tua yang berjualan sayur di pasar.
Ia kerap bangun subuh untuk mengantar dan membantu membeli dagangan.
“Dia sering antar mama dan bapak ke pasar jualan. Kadang subuh-subuh sudah bangun untuk bantu beli sayur,” tuturnya.
Bagi keluarga, Aprianus bukan hanya anak bungsu, tetapi juga kebanggaan yang selalu diandalkan.
“Dia selalu bantu orang tua. Anak yang luar biasa,” kata Margareta dengan mata berkaca-kaca.
• OPM Klaim Tembak Satu Anggota TNI di Koramil Dekai, Ini Penjelasan Resmi Kodam
1. Pratu LW (Kodim 1815/Yahukimo)
2. Praka Jumardi (Satgas Yonif Raider 303/SSM)
3. Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha (BIN Daerah Papua)
4. Serda Riswar Ramli Mansamber (Anggota Koramil 1714-02/Ilu)
5. Pratu Hamdan (Satgas Yonif Raider 321/GT)
6. Pratu Miftahul Arifin (Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad)
7. Pratu Ibrahim (Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad)
8. Pratu Kurniawan (Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad)
9. Prada Sukra (Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad)
10. Pratu F (Satgas Yonif R 321/GT)
11. Praka Jamaluddin (Satgas Mandala III Papua)
12. Pratu Agung Pamuji Laksono (Satgas Pamtas Mobile Yon 7 Marinir TNI AL)
13. Praka Dwi Bekti Probo Sinimoko (Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa)
14. Praka Miftahul Firdaus (Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa)
15. Praka Yipsan Ladou (Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa)
16. Prada Darmawan (Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!