TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Seorang prajurit TNI, Praka (Anumerta) Aprianus dilaporkan gugur saat bertugas di Papua pada Rabu 29 April 2026 WIT.
Komandan Kodim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono mengonfirmasi kabar tersebut.
"Betul (Praka (Anumerta) Aprianus gugur saat bertugas di Papua)," ujar Dandim dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Kamis 30 April 2026.
Kenangan terakhir bersama Praka (Anumerta) Aprianus masih melekat kuat di ingatan sang ibu, Agnes.
Percakapan singkat melalui pesan WhatsApp itu kini menjadi pesan terakhir sebelum sang anak gugur dalam tugas di Papua.
“Dia kirim WA, ‘Mak hari Senin berangkat lagi ke hutan. Kami 13 orang, pulang tanggal 1 Mei’,” kenang Agnes di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Pesan itu dikirim pada awal pekan, sebelum Aprianus menjalani patroli di wilayah hutan Papua.
• Jenazah Prajurit TNI Praka Aprianus yang Gugur di Papua Tiba di Bandara Supadio Pontianak
Sebagai seorang ibu, Agnes hanya bisa membalas dengan doa dan pesan sederhana.
“Saya jawab, ‘jaga diri, hati-hati’. Itu terakhir kami komunikasi,” ujarnya.
Biasanya, kata Agnes, Aprianus selalu menyempatkan diri memberi kabar setiap selesai menjalankan tugas. Ia rutin menelepon keluarga, terutama setelah kembali dari patroli.
“Dia sering nelpon kalau sudah selesai tugas. Pasti kasih kabar,” katanya.
Kepergian Aprianus meninggalkan duka mendalam, sekaligus menyisakan banyak rencana yang belum sempat terwujud.
Salah satunya adalah keinginan membawa sang kekasih ke kampung halaman di Sintang.
Aprianus terakhir pulang ke kampung halaman pada Agustus 2025.
Setelah itu, ia kembali ke satuannya di Kalimantan Timur sebelum berangkat ke Papua pada Januari 2026.
“Rencananya pulang dari Papua mau bawa ceweknya ke Sintang. Orang Manado. Kami juga belum pernah ketemu langsung,” tutur Agnes.
Kabar duka justru pertama kali diterima keluarga dari sang kekasih.
Tangis di ujung telepon menjadi pertanda kabar yang tak pernah mereka bayangkan.
“Kemarin dia nelpon saya sambil nangis,” kata Agnes.
Di mata keluarga, Aprianus dikenal sebagai sosok yang sederhana dan penuh bakti.
Setiap kali pulang kampung, ia tak pernah lepas dari kebiasaan membantu orang tua.
“Kalau pulang, dia rajin bantu saya. Rajin juga sembahyang,” ujarnya.
• Bupati Sintang Kenang Sosok Praka Aprianus Prajurit TNI yang Gugur di Papua
Hal serupa disampaikan Margareta, kakak kandung almarhum.
Ia mengenang Aprianus sebagai pribadi yang aktif dan sangat peduli terhadap keluarga.
“Keseharian Aprianus itu sangat baik. Dia aktif sekali, luar biasa,” ujar Margareta saat ditemui di rumah duka di Desa Baning Kota, Sintang, Kamis 30 April 2026.
Sejak sebelum menjadi prajurit, Aprianus sudah terbiasa membantu orang tua yang berjualan sayur di pasar.
Ia kerap bangun subuh untuk mengantar dan membantu membeli dagangan.
“Dia sering antar mama dan bapak ke pasar jualan. Kadang subuh-subuh sudah bangun untuk bantu beli sayur,” tuturnya.
Bagi keluarga, Aprianus bukan hanya anak bungsu, tetapi juga kebanggaan yang selalu diandalkan.
“Dia selalu bantu orang tua. Anak yang luar biasa,” kata Margareta dengan mata berkaca-kaca.
Jenazah Praka (Anumerta) Aprianus tiba dilaporkan telah tiba di Bandara Supadio Pontianak menggunakan pesawat kargo dengan nomor penerbangan JT-0838 dari Surabaya pada Kamis 30 April 2026 pukul 19.50 WIB.
Setelah proses pengangkatan peti, jenazah pun diberangkatkan dari Bandara Supadio Pontianak menuju Kabupaten Sintang pukul 20:34 WIB.
Praka (Anumerta) Aprianus lahir di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada 17 September 2001.
Sebelum gugur, pangkat terakhirnya adalah Pratu Aprianus, kemudian dinaikkan satu tingkat menjadi Praka (Anumerta) sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang diberikan.
Aprianus tercatat sebagai prajurit Yonif 611/Awang Long yang berada di bawah komando Kodam VI/Mulawarman, Kalimantan Timur.
Dalam penugasan terakhirnya, ia tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 623/BWU, menjalankan misi menjaga perbatasan negara.
Dengan riwayat tersebut, Aprianus dikenang sebagai sosok prajurit muda yang berani, berdedikasi, dan setia pada tugas menjaga kedaulatan Indonesia.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!