Warga Lampa Terkena Panah Busur Saat Melintas di Wonomulyo Polman, Polisi Selidiki Pelaku
Nurhadi Hasbi May 01, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Seorang warga terluka usai terkena panah busur di wilayah Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 01.35 WITA.

Korban diketahui bernama Imran, warga Lampa, Kecamatan Mapilli, yang terkena busur pada bagian punggung.

Saat kejadian, korban bersama sejumlah rekannya melintas di wilayah Kecamatan Wonomulyo pada dini hari.

Nampak dalam video yang beredar di media sosial, korban mengalami luka di bagian belakang tubuh.

Baca juga: Warga Polman Serbu Pasar Murah Peringatan Hari Buruh di Pekkabata

Baca juga: 8 Kali Buah Sawitnya Dicuri Bahkan Pergoki Pelaku, Warga Pasangkayu Ngeluh Polisi Belum Bertindak

Baju korban terlihat sobek, sementara busur panah berbahan besi tertancap di punggung sedalam sekitar satu sentimeter.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan perawatan medis.

Kronologi Kejadian Versi Saksi

Saksi mata bernama Andri mengatakan korban merupakan iparnya yang saat itu hendak mengunjungi kiosnya di depan SMPN 5 Wonomulyo.

“Kami sangat resah karena ini sudah seperti di Makassar, ada yang pakai busur,” ungkap Andri kepada wartawan.

Ia menyebut korban berangkat dari rumah di Lampa menuju kios kerabatnya untuk membantu berjualan.

Namun di tengah perjalanan, korban diduga dikejar oleh tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Salah satu pelaku kemudian melepaskan busur ke arah korban hingga mengenai punggung.

Korban sempat meminta pertolongan kepada penjaga kios untuk memotong baju yang dikenakannya.

Busur tersebut sempat berusaha dicabut, namun tidak berhasil karena tertancap cukup dalam.

“Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi agar panah busur itu bisa dicabut,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Wonomulyo AKP Shandy Indrajatiwiguna mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan akan memeriksa korban untuk mendalami kasus ini.

“Masih kita telusuri dulu. Kami imbau masyarakat untuk menghindari keluar malam atau dini hari,” ujarnya kepada wartawan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas pada jam-jam rawan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.