Tiga Fakta Dugaan Guru Pesantren Dibunuh di Banjarbaru, Anting dan Handphone Hilang
M.Risman Noor May 01, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah fakta terungkap dari temuan mayat di kawasan Sungai Ulin Banjarbaru.

Menjadi korban pembunuhan menjadi acuan kuat pihak kepolisian, apalagi anting dan handphone korban hilang.

Pelaku diduga melakukan perampasan barang berharga milik korban yang belakangan diketahui sebagai seorang guru pesantren di Martapura Kalsel.

Korban berawal dinyatakan hilang dan tidak masuk kerja hingga dilakukan pencarian.

Baca juga: Terpeleset Saat Hendak Naik Kapal, Begini Kronologi ABK Tenggelam di Sungai Barito Banjarmasin

Baca juga: Kejadian Sebelum Erin Dipolisikan ART, Pembicaraan dengan Andre Taulany Dibeberkan

Berikut sejumlah fakta dugaan pembunuhan guru pesantren :

1. Berawal Laporan Hilang dan Tak Masuk Kerja

 Identitas dan penyebab kematian perempuan muda yang ditemukan di area lahan kosong yang penuh semak-semak di Sungai Ulin Banjarbaru, Kalimantan Selatan akhirnya mulai terungkap.

Korban diketahui berinisial HN (25) merupakan warga Kompleks Bincau Indah II, Kelurahan Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Ia ditemukan pada Rabu (29/4/2026) malam di lahan kosong yang berjarak ratusan meter dari Jalan Seledri RT.020 RW.005 Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. 

Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi, mengatakan korban awalnya dilaporkan hilang karena tidak masuk kerja.

Korban disebut bekerja sampingan sebagai penjaga toko aksesoris dan mempunyai kebiasaan pulang pada malam hari sekitar pukul 19.00 Wita.

Namun pada Rabu (29/4/2026), keluarganya mendapat kabar dari tempat korban bekerja sebagai pengajar di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Banjar bahwa Korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada saksi.

“Ternyata pihak toko aksesoris tempat Korban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa Korban tidak ada di toko dan hilang begitu saja,” kata Kardi.

Mengetahui hal tersebut, saksi yang merupakan bapak dan ibu sambung korban berusaha mencari keberadaan korban bersama dengan teman-teman korban. 

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 Wita, saksi mendapat kabar bahwa sepeda motor milik korban ditemukan oleh para warga sekitar TKP dan diamankan oleh Polsek Banjarbaru Utara. Saat itu, jasad korban belum dtemukan.

Kemudian, para saksi dan teman-teman korban kembali berusaha melakukan pencarian dan akhirnya sekitar pukul 20.00 Wita korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar di TKP. 

“Atas kejadian tersebut para saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarbaru Utara guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepolisian menduga korban menjadi korban pembunuhan. Hal itu dari kondisi tubuh korban yang ditemukan banyak luka dan lebam membiru.

“Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

Masih dari hasil pemeriksaan Ver Autopsi luar dan dalam, korban meninggal dunia lebih dari 24 jam terhitung dari waktu pemeriksaan Autopsi. 

Lanjut Kardi, menurut keterangan orang tua angkat korban, bahwa sejumlah barang berharga milik korban ada yang hilang seperti emas dan hanphone.

“Yang hilang berupa anting emas milik korban dan handphone. Sedang untuk dompet, indentitas diri dan uang tunai Korban selalu tinggal di rumah. Korban selalu menggunakan aplikasi e-Money untuk melakukan transaksi pembelian,” kata Kasi Humas.

Baca juga: Kronologi Insiden Kebakaran Rumah Anisa Rahma Eks Cherrybelle, Wajah Syok Anandito Dwis Terekam

2. Anting dan Handphone Korban Hilang

Pihak Penyidik Polres Banjarbaru mengungkap kronologi penemuan mayat perempuan muda berinsial HN (25) di lahan kosong yang berjarak ratusan meter dari Jalan Seledri RT.020 RW.005 Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru.

Korban diketahui merupakan warga Kompleks Bincau Indah II, Kelurahan Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Terungkap juga ternyata barang korban berupa anting dan handphone juga hilang. Saat ini polisi tengah melakukan penyidikan kasus ini.

Namun dugaan kuat korban dibunuh karena ada luka ditemukan di kepala dan lebam di tubuh.

Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi, mengatakan korban awalnya dilaprokan hilang karena tidak masuk kerja.

Korban disebut bekerja sampingan sebagai penjaga toko aksesoris dan mempunyai kebiasaan pulang pada malam hari sekitar pukul 19.00 Wita.

Namun pada Rabu (29/4/2026), keluarganya mendapat kabar dari tempat korban bekerja sebagai pengajar di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Banjar bahwa Korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada saksi.

“Ternyata pihak toko aksesoris tempat Korban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa Korban tidak ada di toko dan hilang begitu saja,” kata Kardi.

Mengetahui hal tersebut, saksi yang merupakan bapak dan ibu sambung korban berusaha mencari keberadaan korban bersama dengan teman-teman korban. 

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 Wita, saksi mendapat kabar bahwa sepeda motor milik korban ditemukan oleh para warga sekitar TKP dan diamankan oleh Polsek Banjarbaru Utara. Saat itu, jasad korban belum dtemukan.

Kemudian, para saksi dan teman-teman korban kembali berusaha melakukan pencarian dan akhirnya sekitar pukul 20.00 Wita korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar di TKP. 

“Atas kejadian tersebut para saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarbaru Utara guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepolisian menduga korban menjadi korban pembunuhan. Hal itu dari kondisi tubuh korban yang ditemukan banyak luka dan lebam membiru.

“Korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

Masih dari hasil pemeriksaan Ver Autopsi luar dan dalam, korban meninggal dunia lebih dari 24 jam terhitung dari waktu pemeriksaan Autopsi. 

 Lanjut Kardi, menurut keterangan orang tua angkat korban, bahwa sejumlah barang berharga milik korban ada yang hilang seperti emas dan handphone.

“Yang hilang berupa anting emas milik korban dan handphone. Sedang untuk dompet, indentitas diri dan uang tunai Korban selalu tinggal di rumah. Korban selalu menggunakan aplikasi e-Money untuk melakukan transaksi pembelian,” kata Kasi Humas.

Baca juga: Gercep Usai Dapat Laporan 110, Remaja Perempuan yang Dilaporkan Hilang di Banjarmasin Ditemukan

3. Korban Merupakan Guru Pesantren

Perempuan muda yang ditemukan tidak bernyawa di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru belakangan diketahui merupakan seorang pengajar atau guru pesantren.

HN (25) merupaka seorang guru pengajar atau Mudarrisah di Pondok Pesantren (Ponpes) Muraa'tul Lughah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Selain itu, ia juga diketahui bekerja sampingingan di sebuah toko aksesoris.

Korban beralamat di Kompleks Bincau Indah II Blok N Kelurahan Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. 

Diketahui, korban biasanya pulang dari tempat kerjanya sebagai penjaga toko aksesoris sekitar pukul 19.00 Wita sudah tiba di rumahnya. 

Namun, pada Rabu (29/4/2026) saksi yang merupakan orang tua sambung korban mendapat kabar dari Pihak Ponpes Muraa'tul Lughah  tempat korban bekerja sebagai guru pengajar di Pondok Pesantren tersebut bahwa Korban tidak masuk mengajar dan menanyakan keberadaan korban kepada mereka. 

Belakangan,  pihak toko aksesoris tempatkKorban bekerja sampingan juga melaporkan hal yang sama bahwa korban tidak ada di Toko dan hilang begitu saja. 

Sebelum jasadnya ditemukan di area pohan kosong, terlebih dahulu para saksi menemukan kendaraan korban di sekitar TKP pada Rabu (29/4/2026) siang. 

Baru pada malam harinya, korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa di bawah gundukan yang ditumbuhi semak-semak. Kondisi tubuh korban saat ditemukan banyak luka dan lebam membiru.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, mengatakan dari hasil pemeriskaan oleh dokter, pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Saat pertama kali ditemukan, bagian muka atau wajah korban ditutup kain. Kain itu adalah baju gamis warna cokelat milik yang dililitkan di wajahnya 

Kerudung korban warna coklat yang melingkar dan diikat kuat di mulut korban dengan dua kali ikatan simpul mati.

Setelah ikatan di mulut korban dibuka, ditemukan sumpalan dimulut korban yang mana setelah dikeluarkan diketahui bahwa itu satu buah kaos kaki berwarna merah maroon milik korban yang sudah penuh bercampur dengan darah korban.

Hasil pemeriksaan autopsi, bagian tengkuk belakang kepala korban patah, hidung dan telinga mengeluarkan darah, luka lecet di bagian bibir, beberapa gigi patah, rahang bawah patah, trauma tumpul bagian kepala, hingga jempol kanan korban juga patah dan beberapa luka di area luar dan dalam tubuh lainnya.

Kardi menyebut, hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual yang dialami korban. 

“Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual, korban diduga meninggal dunia akibat adanya trauma tumpul yang dihantamkan keras kebagian kepala korban sehingga korban mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriskaan di RS Ulin Banjarmasin, jenazah korban kemudian diantar ke rumah duka untuk dikuburkan.

Hingga saat ini, kepolisian tengah melakukan proses penyelidikan terkait kasus dugaan pembunuhan perempuan muda yang juga seorang pengajar Ponpes ini.

“Untuk penanganan ditangani Polsek BBU untuk proses selanjutnya masih dalam penyelidikan gabungan Polsek Banjarbaru Utara dan Resmob polres,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.