Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNSUMEDANG.COM, SUMEDANG - Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran dan IKOPIN University di kawasan Jatinangor berdampak pada arus lalu-lintas.
Jalan Raya Bandung–Sumedang tersendat hingga mengalami kemacetan parah, Jumat (1/5/2026).
Massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan kampus terlihat melakukan orasi di tengah jalan. Kondisi tersebut membuat badan jalan terblokade dan hanya menyisakan satu lajur yang dapat dilalui kendaraan.
Akibatnya, antrean kendaraan mengular. Para pengendara terpaksa melintas secara bergantian melalui jalur sempit yang tersisa di sela-sela massa aksi.
Terpantau, kendaraan bergerak merayap untuk melewati lokasi demonstrasi. Situasi semakin padat seiring bertambahnya volume kendaraan di jalur tersebut.
Kemacetan parah pun terjadi di jalur Sumedang menuju ke arah Bandung.
Baca juga: Diguyur Hujan, Mahasiswa Unpad Tetap Gelar Aksi May Day di Jatinangor Sumedang
Baca juga: Aksi May Day Mahasiswa Unpad Dimulai, 200 Polisi Disiagakan Kawal Jalannya Demonstrasi
Hingga pukul 16.00 WIB, mahasiswa terus menyampaikan orasi dan tuntutan.
Aksi masih berlangsung, arus lalu lintas masih tersendat dengan pengaturan dari aparat Kepolisian di lokasi.
Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar mahasiswa Universitas Padjadjaran tetap berlangsung meski diguyur hujan di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (1/5/2026).
Sejak siang, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Jatinangor Bergerak tetap bertahan di lokasi dan melanjutkan demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap buruh.
Di tengah guyuran hujan, para mahasiswa terus menyuarakan dukungan melalui yel-yel.
“Hidup buruh!” teriak salah seorang peserta aksi.
“Hidup!” sahut massa secara serempak.
Baca juga: Aksi May Day Mahasiswa Unpad Dimulai, 200 Polisi Disiagakan Kawal Jalannya Demonstrasi
Aksi tersebut tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga sarana menyampaikan berbagai isu ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya terkait pemenuhan hak-hak buruh.
Sejumlah spanduk turut dibentangkan dalam aksi tersebut, salah satunya bertuliskan “Hancurkan Kapitalisme”, yang mencerminkan kritik terhadap sistem ekonomi yang dinilai tidak berpihak kepada pekerja.
Suasana aksi semakin terasa dramatis ketika suara sirene ambulans yang melintas meraung di tengah jalannya demonstrasi, menambah nuansa getir di lokasi.
Aksi bertajuk “Jatinangor Bergerak: May Day 2026” ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal isu-isu perburuhan serta menyuarakan aspirasi kepada publik dan pemangku kebijakan.
Meski cuaca kurang bersahabat, massa aksi tetap bertahan dan melanjutkan kegiatan dengan tertib. Mereka bergerak dari Tugu Makalangan ke depan Kampus Unpad, di dekat Pangkalan Damri Jatinangor. (*)