Polisi Olah TKP Lanjutan Kasus Pembunuhan dan Perampokan Nenek di Pekanbaru, Pelaku Terus Diburu
M Iqbal May 01, 2026 10:23 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim gabungan kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan kasus pembunuhan dan perampokan nenek bernama Dumaris Denny Waty Sitio (60) di Pekanbaru.

Olah TKP lanjutan dilakukan di rumah korban di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Jumat (1/5/2026).

“Olah TKP kedua ini kami lakukan untuk memperdalam dan melengkapi temuan sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan tidak ada fakta yang terlewat, sekaligus mengumpulkan serta memperkuat alat bukti guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun identitas pelaku,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua.

Ia menambahkan, dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan, tim juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi.

“Keterangan para saksi ini sangat membantu dalam mengarahkan penyelidikan, baik terkait pergerakan pelaku maupun rangkaian peristiwa yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, upaya pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan.

“Kami terus melakukan pengejaran dan telah mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah kepada pelaku. Tim bekerja maksimal untuk segera mengungkap kasus ini," tegasnya.

Kombes Hasyim memastikan, Polda Riau berkomitmen penuh untuk menangani perkara tersebut secara profesional hingga tuntas.

“Kami pastikan kasus ini akan diungkap secara tuntas. Mohon dukungan masyarakat agar proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan pelaku segera ditangkap,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Hasyim bersama Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

Sebelumnya, satu orang pelaku wanita dalam aksi pembunuhan disertai perampokan itu berhasil diidentifikasi. Pelaku ternyata merupakan mantan menantu korban.

Pelaku tersebut yakni perempuan berinisial AF.

Diketahui, total pelaku berjumlah 4 orang. Terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan.

Mereka datang ke rumah korban menggunakan mobil Avanza hitam.

Di dalam rumah, korban dihabisi nyawanya dengan cara dipukul oleh seorang pelaku pria menggunakan potongan kayu.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak.

Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya oleh sang suami, Salmon Meha (66).

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi para pelaku juga terekam kamera CCTV. 

Salah satu pelaku wanita yang merupakan eks menantu, sempat berbincang dengan korban, sebelum seorang pelaku pria datang membawa sepotong kayu dan langsung menghantam wajah korban secara brutal.

Korban dipukul berulang kali, bahkan saat sudah tidak berdaya.

Para pelaku sempat beberapa kali mondar-mandir di depan rumah korban sebelum melancarkan aksinya, diduga untuk memastikan situasi aman.

Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya cincin kawin seberat sekitar 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas seberat sekitar 10 gram, uang tunai dalam bentuk dolar Singapura sekitar 400 dolar, satu unit handphone Samsung A55 5G, satu unit musik box, dan satu unit speaker.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban. Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan, namun korban memilih tetap tinggal di rumah.

Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali, ia mendapati pintu rumah terbuka dan kondisi kamar sudah berantakan. 

Setelah mencari ke sejumlah ruangan, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka di wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.