Manggala Sapi Kurban Presiden Prabowo di Pekanbaru Dapat Perlakuan Istimewa hingga Idul Adha
M Iqbal May 01, 2026 10:23 PM

TRIBUNPEKANBARU,PEKANBARU - Seekor sapi jenis simental berada dalam kandang peternakan sapi di Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Posturnya tinggi dan berotot dengan bulu berwarna cokelat keemasan.

Bobotnya hampir satu ton yakni berkisar 907 kilogram. Sedangkan tinggi badan sapi simental ini mencapai 140 centimeter.

Kondisinya yang luar biasa ini membuat sapi yang diberi nama Manggala terpilih sebagai sapi kurban Presiden RI, Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru. Bobotnya memang cukup berat karena rata-rata sapi kurban presiden di Riau punya bobot nyaris satu ton.

Manggala mendapat tempat istimewa di kandang peternakan Wong Cilik. Posisinya tersendiri berada di tengah-tengah di antara sapi lain di peternakan itu.
Sejak sapi itu berada di sana selama 6 bulan lalu, tidak boleh ada sapi dari manapun datang ke peternakan itu. Perlakuan istimewa ini untuk mencegah sapi berusia kurang lebih enam tahun itu dari penyakit menular hewan.

Sapi warna cokelat keemasan ini bukan hanya mendapat tempat istimewa. Namun juga mendapat pakan yang istimewa dari pengelola peternakan tersebut.

Apabila hewan kurban sapi lain hanya mendapat rumput segar, sapi kurban Presiden ini mendapat pakan tambahan berupabbungkil sawit. Ada juga asupan vitamin dan disinfektan agar terjauh dari bakteri serta jamur.

Pengelola Wong Cilik Farm, Ari Nanu, sebagai peternak memberi pakan terbaik bagi hewan kurban presiden itu. Ia menyebut pakan sapi simental ini di antaranya rumput alami.

"Ada juga pakan tambahan, kita pakai bungkil sawit, itu kita kasi sekali saja sehari," jelasnya kepada Tribun Pekanbaru, Kamis (30/4).

Ari mengaku tidak menyangka sapi dari peternakan miliknya menjadi sapi kurban dari Presiden RI pada Idul Adha 1447 H. Sapi miliknya mengungguli dua ekor sapi super lain yang menjadi kandidat hewan kurban presiden di Kota Pekanbaru.

Sapi tersebut yakni sapi brahman dengan berat 760 kilogram. Satu sapi lainnya yakni sapi jenis limosin seberat 756 kilogram.

Sapi berusia enam tahun ini akhirnya terpilih jadi hewan kurban Presiden RI di Kota Pekanbaru. Ia berupaya memberi perawatan semaksimal mungkin.

"Alhamdullilah tahun ini, sapi kami terpilih sebagai sapi kurban dari Presiden RI. Ini capaian luar biasa," akunya.

Ari mengaku sudah melakukan persiapan sejak enam bulan silam. Ia sengaja mendatangkan langsung sapi simental terbaik dari Medan.

Setelah sapinya terpilih, Ari berupaya memastikan sapi tersebut dalam kondisi sehat hingga momen Idul Adha. Apalagi ia sudah mendapat kepercayaan merawat hewan kurban dari Presiden RI

"Karena ini sapi kurban Presiden RI, maka kita jaga selama 24 jam. Kami menjaganya bergantian," ungkapnya.

Ari menyampaikan bahwa pihaknya bakal mengantar sapi kurban itu ke lokasi pemotongannya. Jadwal pengantaran nantinya tergantung jadwal pemotongan hewan kurban.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distankan Pekanbaru, drh. Rita Setyawati menyebut bahwa awalnya ada tiga sapi kurban yang jadi kandidat hewan kurban dari Presiden RI. Namun akhirnya sapi simental bernama Manggala yang menjadi hewan kurban dari presiden.

"Semua pemeriksaan kesehatan sudah kita lakukan, seperti pemeriksaan fisik," ujarnya.

Ada juga pemeriksaan laboratorium untuk memastikan dalam tubuh sapi tidak ada cacing. Pemeriksaan ini bersama tim LPKH Provinsi Riau.

"Sampai hari pemotongan, bisa dijaga kesehatannya, jangan sampai sapi luar masuk, karena berbahya dan bisa menularkan penyakit," ulasnya.

Peternak sapi juga harus melakukan disinfektan. Lalu memberi pakan yang cukup untuk sapi hingga momen Idul Adha 1447 H.

"Pengawasan kami saat ini ya itu, memperhatikan kesehatan sapi melalui peternak, agar ekstensif memperhatikan kesehatan sapi," paparnya.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.