TRIBUN-BALI.COM - Seorang balita asal Banjar Dinas Widarbasari, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng dilaporkan tewas tenggelam. Jasadnya ditemukan sang ayah di bak penampungan air sedalam 1,5 meter.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (30/4), diketahui sekitar pukul 13.00 Wita. Korban bernama Made Dede Swastika berusia empat tahun.
Kejadian berawal saat ayah korban bernama Komang Artana, baru pulang bekerja. Saat itu ia mendapat laporan dari anak pertamanya, jika Dede tidak ada di rumah.
Artana yang tahu betul anaknya sering bermain di areal proyek pembangunan glamping, akhirnya mencari di lokasi sekitar. Pria 43 tahun itu langsung menuju bak penampungan air, dan berusaha mengurangi isi air. Sayangnya upaya tersebut masih nihil.
Akhirnya Artana masuk ke dalam bak penampungan sedalam 1,5 meter itu. Sambil menggerakkan kaki, ia mencari keberadaan jasad anaknya.
Baca juga: BIAYA Lebih Ringan dan Peserta Membeludak, Upacara Massal di Banjar Pande Galiran Makin Diminati
Baca juga: GENJEK Manduang di Klungkung Bangkit Setelah Vacum Bertahun-tahun
Sampai akhirnya saat di sudut bak sebelah timur, kaki Artana menyentuh badan Dede. Ia langsung mengangkat anaknya jasad anaknya dan membawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pertolongan.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan anak tenggelam. Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami menerima laporan sekitar pukul 15.30 Wita dan langsung mendatangi lokasi kejadian,” ucapnya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Jumat (1/5).
Kepada polisi, ayah korban menerangkan jika anaknya memang sering bermain di lokasi proyek pembangunan glamping yang berada 100 meter di belakang rumah. Kebetulan Artana juga merupakan salah satu pekerja di lokasi pembangunan glamping untuk memasang instalasi listrik.
“Pada saat saksi saksi bekerja di TKP sering melihat anaknya main di seputaran bak penampungan air tersebut dan menegur supaya tidak main di sana,” ungkapnya.
Sementara buruh bangunan lain bernama Gede Sutiadnya mengungkapkan, pada saat kejadian ia bersama buruh lainnya sedang istirahat makan siang di utara TKP, sekitar pukul 12.00 Wita. Sutiadnya mengaku saat menyabit rumput di areal pembangunan, sempat melihat korban bermain membawa mainan pistol air.
“Sekitar pukul 12.30 Wita saksi hendak pulang. Ia sempat menegur korban dan menyarankan untuk pulang kerumahnya. Hingga pukul 14.00 Wita saat kembali ke tempat kerja, saksi melihat tempat tersebut sudah ramai. Saat itulah saksi mengetahui korban tenggelam di bak penampungan air,” jelasnya.
Adapun keterangan pihak medis, lanjut Iptu Yohana, pada tubuh Dede tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan. Pihak medis juga menerangkan saat penanganan keluar air dari mulut dan hidung korban.
Atas peristiwa yang terjadi, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah.
“Kami juga mengingatkan pada warga untuk memastikan area berbahaya seperti bak penampungan air maupun lokasi proyek dilengkapi pengaman, guna mencegah kejadian serupa terulang,” tandasnya. (mer)