Laporan wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Suhu politik di gedung DPRD Kabupaten Malang yang saat ini sedang memanas karena Fraksi PKB sudah siap akan menghadang manuver Fraksi PDIP, yang akan mengajukan hak angket ke Lathifah Shohib, Wakil Bupati Malang dari PKB itu sepertinya akan sedikit reda.
Meredanya situasi itu bukan karena Fraksi PDIP mendadak kendor, namun kelihaian Gus Kholik atau H Ir Kholik MAP, ketua DPC PKB Kabupaten Malang, yang bisa membaca kepentingan yang tak terlihat di balik 'perseteruan' itu.
Alasannya, jika manuver PDIP itu dibiarkan, itu bisa membikin hubungan Bupati HM Sanusi dengan wakilnya, Lathifah, yang sudah tak bisa 'makan semeja' itu kian memanas.
Akhirnya, Kamis (30/4/2026) petang, Gus Kholik, wakil ketua dewan tiga periode itu mengajak sejumlah anggota dewan dari Fraksi PKB, untuk mendamaikan. Di antaranya, Abdulloh Satar, ketua Fraksi PDIP, Ali Murtadlo, bendahara DPC, dan Abdul Rokhim, sekretaris Fraksi PKB.
"Petang kemarin, kami ramai-ramai ke rumahnya Bu Lathifah, untuk kami ajak bertemu pak bupati, di rumah dinasnya jalan Gede," tutur Gus Kholik, yang saat ini jadi Plt ketua dewan karena Darmadi, ketua dewan, lagi naik haji.
Begitu baku dapa antara Bupati Sanusi dengan Wabup Lathifah, memang sempat kaku sebentar. Namun, lanjut Kholik, Bupati Sanusi cukup lihai juga untuk mencairkan suasana itu.
Baca juga: Fraksi PKB Ponorogo Buka Kantor Aspirasi Tiap Jumat, Warga Langsung Curhat Keluhkan Jalan Rusak
"Lik (Gus Kholik), iki lho emping melinjo, enak, gurih," ujar Bupati Sanusi, sambil menyodorkan Toples yang berisi emping melinjo.
Bukan Gus Kholik, jika tak bisa membikin suasanya itu kian gayeng. "Nggak bah (Bupati Sanusi). Enak di mulut, tapi begitu sampai di kaki, rasanya kaku (asam urat langsung naik)," balas Gus Kholik.
Kalau habis makan emping mlinjo, kata Bupati Sanusi, ya harus ditutup dengan makan pisang. "Ini lho tamburnya (pisang susu)," ujar Bupati Sanusi, sembari menyodorkan pisang ke para tamunya itu.
Melihat antara Gus Kholik sama Bupati Sanusi, asyik guyon, Wabup Lathifah, yang tak lain bibinya Cak Imin atau Muhaimin Iskandar, Ketum PKB itu masih diam. Sepertinya, ia menikmati suasana guyonannya dua sahabat itu. Sejurus kemudian, Bupati Sanusi kembali menggoda Gus Kholik.
"Lik, usahamu sekarang tambah maju ya, katanya kandang ayam mu, tambah luas," ujar Sanusi.
Bukan Gus Kholik, jika tak suka blak-blakkan. Menurutnya, saat ini dirinya bukan cuma memperluas lahan tebunya, yang sudah 35 hektare (Ha) namun juga lagi menanam durian dan alpukat seluas 3 hektare (Ha). "Kalau ayam bah, saat ini sudah 100 ribu ekor (ayam petelor dan pedaging)," ujar Gus Kholik, yang bikin Sanusi geleng-geleng kepala.
Setelah basa-basi, Gus Kholik baru menyampaikan maksud kedatangannya dengan mengajak Wabup, Lathifah.
Yakni, terkait kunjungan Wabup Lathifah ke Wapres Gibran pada 27 April 2026 lalu, dengan mengajak beberapa kepala dinas, yang saat ini dipersoalkan itu. Menurut Gus Kholik, itu kan tidak ada maksud lain, kecuali wabup ingin memajukan pendidikan, dan kesehatan di Kabupaten Malang. "Salahnya di mana, bah.
Kalau bisa ya diakhiri (salah paham ini), biar tak terus-terusan dibikin panas oleh orang luar. Kan, juga sudah izin," ungjapnya.
Menjawab itu, Bupati Sanusi dengan bijak mengatakan, jika kunjungan Wabup Lathifah seperti itu tak ada masalah.
Cuma, buat kepala dinas yang diajaknya, harus ada izin dari dirinya atau Sekda Budiar. "Ya, sudah, nggak apa-apa, tapi kalau OPD yang diajak harus ada izin terkait perjalanan dinasnya," tutur Bupati Sanusi, yang bikin Gus Kholik dan rombongannya, pamit dengan wajah sumringah.
Akhirnya, sebelum pamit pulang, menurut Gus Kholik, Wabup Lathifah dan Bupati Sanusi terlihat hubungannya langsung mencair. "Ya, guyon kembali, lalu foto-foto bersama," tutur Gus Kholik, yang saat ini sedang dipersiapkan partainya untuk ikut Pilkada 2029 nanti.