TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dalam menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Fakfak Papua Barat, Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas membuka lapak baca gratis bagi masyarakat.
Tak hanya itu saja, rumah baca yang digerakkan oleh pemuda asli Patipi Fakfak tersebut, juga menggagas wadah diskusi bersama untuk menemukan solusi atas tantangan pendidikan di Kabupaten Fakfak.
Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas merupakan rumah baca yang berpusat di ibu kota distrik Teluk Patipi, yang dirikan oleh putra asli Fakfak Zulkifli Patipi.
"Saya sebagai pengiat literasi di tanah Papua sekaligus pendiri Rumah Baca Siboban Irak Igaimanawas ini, punya kerinduan untuk terus membumikan literasi," ujar Zulkifli Patipi kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: 3 Sorotan Tajam PGRI Fakfak di Hardiknas: Dari Digitalisasi hingga Nasib Guru
Zulkifli Patipi mengemukakan, saat layanan lapak baca gratis dibuka di Teluk Patipi, ternyata antusias anak-anak dan masyarakat secara luas sangat tinggi.
"Masyarakat Teluk Patipi berbondong-bondong hadir dan membaca di lapak baca dan juga diskusi yang langsung di adakan di Kampung Tetar Distrik Teluk Patipi," tuturnya.
Hal ini menunjukkan semangat dan motivasi pemuda dan juga masyarakat Teluk Patipi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kawasan Teluk Patipi dan juga Kota Fakfak secara umum.
"Gerakan ini inisiatif kreatif yang sering kami lakukan, untuk mendekatkan buku ke masyarakat dan juga diskusi-diskusi kegiatan ini," ujar Zulkifli Patipi.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengundang seluruh masyarakat mulai dari tokoh adat, tokoh agama dan juga pemuda seluruh kampung di Kawasan Teluk Patipi.
"Termasuk instansi birokasi tingkat distrik dan juga desa, bahkan kami juga sudah mengirim surat undangan sebelum hari pelaksanaan," katanya.
Baca juga: Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua
Pihaknya sangat getol menyelenggarakan kegiatan ini, karena Zulkifli bertujuan untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan dan memantik diskusi kritis mengena isu-isu sosial dan pendidikan.
"Acara ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk berdiskusi dan mencari solusi atas permasalahan pendidikan yang kita hadapi bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat," papar Zulkifli.
Termasuk dikatakannya khusus untuk anak muda supaya dapat memanfaatkan ruang publik dengan lebih.
"Untuk meningkatkan literasi baca maka kami mengajak masyarakat untuk membaca buku di luar gedung atau perpustakaan formal," pungkasnya.
Pihaknya juga menyediakan akses buku gratis sesuai minat sebagai sarana akses buku yang inklusif untuk siapa saja.
"Selanjutnya dengan adanya layanan rumah baca dan lapak baca gratis, diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis masyarakat," sebutnya.
Sambungnya, karena berdiskusi di lapak baca membantu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.
"Termasuk pemanfaatan ruang publik dalam mengaktifkan ruang publik dengan kegiatan positif di kampung," tutupnya. (*)