TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Perusahaan produsen packaging global terintegrasi asal Hongkong, PT. Hoifu Paper Packaging Indonesia mulai melakukan peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Sabtu (2/5/2026).
Perusahaan yang didirikan tahun 1996 itu, akan menyuplai layanan packaging end-to- end, mulai dari original design, riset dan pengembangan (R&D), prototyping, hingga intelligent manufacturing.
Adapun total rencana investasi PT Hoifu Paper Packaging Indonesia di KEK Kendal mencapai sekitar Rp1,12 triliun.
Proyek ini akan dikembangkan secara bertahap dengan target penyerapan tenaga kerja hingga 1.000 orang, yang terdiri dari 95 persen tenaga kerja lokal dan 5 persen tenaga kerja ekspatriat.
Director PT Hoifu Paper Packaging Indonesia, Mr. Au Hoi Hung (Kelvin Au), mengatakan investasi ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan produksi di Asia Tenggara sekaligus memperkuat ekosistem industri di kawasan.
"KEK Kendal memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur di Asia Tenggara," kata Kelvin Au seusai groundbreaking.
Dia mengatakan, dengan pendekatan berbasis inovasi teknologi, Hoifu menghadirkan solusi packaging bernilai tambah tinggi.
Terutama untuk berbagai sektor industri, termasuk tembakau, alkohol, elektronik konsumen, serta fast-moving consumer goods (FMCG).
Adapun fasilitas produksi yang akan dibangun difokuskan pada berbagai produk packaging bernilai tinggi.
"Seperti color box, premium box, wine packaging, tea and food packaging, label, hingga luxury goods packaging dan produk cetak lainnya," sambungnya.
Menurut Kevin, Hoifu Group secara global memiliki kapasitas produksi berskala besar dengan dukungan teknologi mesin canggih seperti BHS, corrugated board production line dan Heidelberg printing system.
Kevin menambahkan, perusahaan ini juga telah dipercaya oleh berbagai klien multinasional ternama, seperti Walmart, TCL, Midea, Panasonic, hingga Disney.
Dia berharap, kehadiran pabrik tersebut di KEK Kendal diharapkan dapat memperkuat
rantai pasok industri manufaktur, khususnya dalam penyediaan solusi packaging yang terintegrasi dan efisien.
"Melalui investasi ini, kami ingin menghadirkan solusi packaging berkualitas tinggi yang mampu mendukung efisiensi operasional serta
meningkatkan nilai produk bagi para mitra kami," paparnya.
Sementara itu, Executive Director KEK Juliani Kusumaningrum mengatakan saat ini terdapat 140 perusahaan yang telah berinvestasi di KEK.
Dia menambahkan, masuknya PT Hoifu Paper Packaging tersebut merupakan bukti kekuatan daya tarik KEK sebagai sebagai destinasi investasi manufaktur global.
"Masuknya PT Hoifu Paper Packaging Indonesia semakin melengkapi ekosistem industri di KEK Kendal, khususnya dalam mendukung kebutuhan packaging bagi tenant industri yang terus berkembang," imbuhnya.
Dia berharap, keberadaan pabrik tersebut nantinya akan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan industri
manufaktur di Indonesia.
Selain itu, juga bisa memperkuat posisi KEK Kendal sebagai pusat investasi strategis di tingkat regional maupun global.
"Kami melihat investasi ini tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi melalui
penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memperkuat daya saing kawasan sebagai integrated industrial hub yang efisien dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Lihatlah Keluarga Miskin di Kudus Tinggal di Rumah Bedeng, Anak Putus Sekolah
Penyangga Ekonomi
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menambahkan KEK menjadi salah satu pendorong investasi Kendal dengan menciptakan multiplier effect yang luar biasa.
Dia menuturkan, KEK berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendal yang mencapai 7,99 persen pada 2025. Capaian itu merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah.
"Adapun total investasi sejak KEK berdiri sampai sekarang mencapai Rp 189,16 Triliun," sambungnya.
Bupati yang akrab disapa Tika menambahkan, saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah penyangga ekonomi di Jawa Tengah.
Sehingga keberadaan KEK diharapkan bisa terus berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendal di tahun-tahun mendatang.
"KEK telah ikut andil dalam penguatan ekonomi lokal dan pembukaan lapangan kerja baru, semoga kontribusi capaian investasi di tahun 2026 bisa terus meningkat," tandasnya.
Seskab Menko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menerangkan, KEK Kendal menjadi salah satu kawasan industri terbesar di antara 25 KEK se-Indonesia.
Bahkan keberadaan KEK mampu menguatkan pertumbuhan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Kendal sebesar 7,99 persen. Jumlah ini melebihi rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
"Ini luar biasa pertumbuhannya jauh di atas nasional yang mencapai 5,11 persen," ujarnya.
Dorong Industri Manufaktur
Dia menambahkan, pihaknya juga mendorong industri bidang manufaktur lebih berperan tinggi di Kendal dalam menciptakan iklim investasi.
Saat ini, investasi manufaktur di Kendal juga tumbuh pesat mencapai 42 persen, jauh di atas pertumbuhan nasional sebesar 19 persen.
"Beberapa waktu lalu saat kita ada forum diskusi bersama para menteri, sektor manufaktur di Indonesia harus didorong jadi kontribusi besar," imbuhnya.
Susi juga mendukung penuh perluasan KEK seluas 1000 hektare sebagai langkah meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Dan kita mendorong investasi kita di industri manufaktur lebih berperan tinggi di kendal dalam menciptakan investasi. Apalagi saat ini di KEK sedang perluasan 1000 hektare," pungkasnya. (ags)