Dibangun di Atas Lahan Sultan Ground, Mapolda DIY Integrasikan Empat Pilar 'Smart City'
Muhammad Fatoni May 03, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memulai pembangunan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terintegrasi dengan teknologi modern. 

Dibangun di atas lahan milik Keraton Yogyakarta atau Sultan Ground, markas baru ini dirancang tidak sekadar sebagai fasilitas fisik, melainkan pusat komando yang mengusung empat konsep smart city guna merespons dinamika zaman, ancaman kejahatan digital, dan kebutuhan masyarakat secara aktual. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, seusai memimpin prosesi peletakan batu pertama di Yogyakarta, Minggu (3/5/2026), menegaskan bahwa modernisasi infrastruktur ini menjadi lompatan strategis bagi institusinya. 

"Jadi ini adalah bagaimana kita membangun Polda ini tidak hanya sebagai gedung, tetapi juga bagaimana fungsi-fungsi di dalamnya," tegas Kapolri.

Empat Pilar Smart City 

Secara terperinci, Jenderal Sigit memaparkan empat pilar sistem berbasis smart city yang akan menjadi motor penggerak dan pusat kendali di Mapolda DIY. 

Pilar pertama adalah Data-Driven Policing Hub, di mana Mapolda DIY akan bertransformasi menjadi pusat komando yang beroperasi berdasarkan data komprehensif. 

"Pusat kendali kepolisian yang menggunakan data dari berbagai sumber secara real-time untuk membantu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis fakta," kata Jenderal Sigit. 

Pilar kedua yakni Social Listening & Sentiment Intelligence System, yang memungkinkan kepolisian untuk lebih peka terhadap dinamika sosial yang berkembang.

"Sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat," katanya.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Mapolda DIY di Godean, Sri Sultan HB X Inginkan SDM Polri Presisi dan Humanis

Guna merespons era digital yang kian kompleks, pilar ketiga yang dihadirkan adalah Cyber Security Defense Center.

Sistem ini akan melengkapi Mapolda DIY dengan benteng pertahanan ruang siber secara khusus. 

"Pusat perlindungan digital yang bertugas menjaga sistem dan data dari serangan siber, seperti peretasan, penipuan online, dan kejahatan digital lainnya," ujar Kapolri. 

Sementara itu, pilar keempat adalah Decision Intelligence and Knowledge System, sebuah sistem analitik tingkat lanjut yang difungsikan untuk proyeksi kebijakan kepolisian. 

"Sistem yang mengolah data dan pengalaman menjadi pengetahuan, sehingga membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan," papar Kapolri.

Wujud Kolaborasi

Realisasi pembangunan Mapolda DIY yang sarat teknologi tinggi ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Polri, Pemda DIY dan Keraton Yogyakarta.

Kapolri secara khusus menyoroti peran sentral Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, dalam menyediakan lahan strategis untuk markas tersebut. 

"Tanah untuk pembangunan Polda DIY ini merupakan bantuan dari Ngarsa Dalem, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Sultan Ground yang kemudian ditindaklanjuti melalui surat kekancingan. Sehingga secara formal telah memenuhi syarat untuk kemudian dapat dibangun oleh Polri melalui mekanisme yang dibiayai oleh APBN," ungkap Jenderal Listyo Sigit.

Proyek ini juga menjadi wujud nyata dari sistem gotong royong dan sinergi multipihak yang melibatkan birokrasi daerah hingga sektor swasta. 

"Kami juga menyampaikan terima kasih karena pembangunan Polda DIY ini tidak hanya dilakukan oleh Polri, tetapi sejak awal telah melibatkan peran serta para bupati, wali kota, pihak perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ini merupakan bentuk kolaborasi dan dukungan bersama dalam mewujudkan pembangunan tersebut," kata Kapolri. 

Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran di bawah naungan Mapolda DIY agar menjadikan gedung dan teknologi baru ini sebagai pelecut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

"Ke depan, kita harapkan Polda DIY betul-betul dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita kenal sebagai kota budaya, kota pariwisata, dan kota pendidikan," pungkas Kapolri. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.