Keributan Malam di Kos, Pernyataan Dosen di Jambi vs Pihak Istri dan Kesaksian Pak RT
asto s May 03, 2026 08:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Buntut penggerebekan di indekos RT 34, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kasful Anwar, menonaktifkan Dedek Kusnadi (DK) dari dari jabatan sebagai wakil dekan fakultas syariah.

Sebelumnya, video penggerebekan dosen DK oleh istrinya, pengacara istri, polsek, RT, Forum RT, hingga petugas ketenteraman dan ketertiban umum (trantib) pada Jumat (3/4) malam beredar di media sosial. Dalam video itu, ada juga seorang pria berpakaian loreng warna hijau.

Kasful Anwar menyampaikan pihak kampus telah mencermati informasi yang beredar terkait peristiwa yang melibatkan dosennya.

"Setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan," ujarnya pada Sabtu (2/5).

DIGEREBEK - Tangkapan layar video penggerebekan dosen DK yang viral di media sosial, Jumat (1/5/2026) malam. Ia digerebek di sebuah indekos di Telanaipura.
DIGEREBEK - Tangkapan layar video penggerebekan dosen DK yang viral di media sosial, Jumat (1/5/2026) malam. Ia digerebek di sebuah indekos di Telanaipura. (Tribunjambi.com/Istimewa)

Pihak kampus menyayangkan dan menyesalkan peristiwa penggerebekan dosen DK. Sebagai tindak lanjut, pihak kampus mengambil langkah cepat untuk menjaga marwah institusi dan integritas akademik.

Pertama, menonaktifkan yang bersangkutan dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan, guna menjaga objektivitas proses pemeriksaan serta kondusivitas akademik.

Kedua, memastikan dosen yang bersangkutan akan diperiksa secara etik untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa yang terjadi.

"Jika terbukti melanggar, maka sanksi akan diberikan sesuai aturan yang berlaku," tegasnya. 

Ketiga, UIN STS Jambi juga menghentikan sementara DK dari berbagai aktivitas yang mewakili institusi, baik di internal maupun eksternal kampus.

 "Aktivitas mengajar, pengabdian, dan penelitian juga turut dihentikan sementara," ujarnya. 

"Atas nama pimpinan dan institusi, kami juga meminta maaf apabila ada pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini," tambah Kasful.

Tindakan personal individu, kata Kasful, tidak serta-merta merepresentasikan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan kampus. 

"Saat ini, pihak kampus masih melakukan penelusuran dan verifikasi internal untuk memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan proporsional," jelasnya. 

Dia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak berspekulasi maupun menyebarluaskan informasi yang dapat memperkeruh situasi. 

Pernyataan Dedek Kusnadi

Atas tuduhan sedang berdua bersama seorang perempuan di kamar, Dedek Kusnadi mengklarifikasinya. 

Meski membantah, DK mengakui dekat dengan perempuan itu.
"Artinya, saya di sana berada bukan berdua, tapi di dalam itu saya bertiga," katanya, Sabtu (2/5).

Dia menceritakan awal mula bisa sampai dalam kamar kos perempuan itu.

Awalnya, dia menemani perempuan tersebut ke sebuah toko kecantikan. "Sampai di sana, terjadilah keributan bersama rekan atau rekan satu usaha saya. Masalah utang-piutang. Lalu, saya pergi," tuturnya.

Dia segera menghubungi seorang oknum anggota TNI yang disebutnya punya nama Yoli.

"Lalu, Bang Yoli telepon saya. 'Kau jangan sendirian, katanya kan. Karena kondisi kau sekarang sedang ini, kau jangan sendirian, biar abang temani, nanti abang urus yang lainnya, ya, katanya. Ya, Bang, saya bilang," jelasnya.

Dia menerangkan, Yoli menjemput perempuan yang ada di lokasi tersebut, kemudian pergi ke Korem.

Saat perjalanan, kata Dedek, Yoli menanyakan keberadaan DK dan mengabarkan bahwa tidak jadi berangkat ke sana. Alasannya, perempuan tersebut mau beristirahat dan pulang ke indekos. 

Kemudian, DK segera menjemput perempuan tersebut ke indekos sebagaimana permintaan Yoli.

“Sampai saya di sana, ya, kan, baru saya duduk 10 menit, saya ngobrol-ngobrol dengan Bang Yoli. Ada yang gedor-gedor, nyebut-nyebut nama saya,” terangnya.

"Saya pikir itu kelompok dari Wak Jenggot yang nyari-nyari saya. Dengan rasa ketakutan, saya terkejut. Langsung saya berdua, Bang Yoli langsung bilang, 'Bang, Bang, kita sembunyi, Bang'. Sembunyilah kami di dalam kamar mandi," lanjutnya.

Perempuan itu juga ikut sembunyi di kamar mandi, sebab ketakutan karena pintu digedor.

"Saya, Bang Yoli, di kamar mandi. Nah, perempuan ini ada di situ juga, karena ketakutan. Saya berdua di dalam kamar mandi dengan Bang Yoli itu. Bukan saya berdua ditangkap digerebek mesum, tidak," ujarnya.

Sanggahan Pihak Istri

Sementara itu, kuasa hukum istri Dedek Kusnadi, Putra Tambunan, menanggapi soal adanya oknum anggota TNI ada di lokasi saat malam penggerebekan.

Dia sempat menanyakan asal oknum tersebut, yang kemudian menjawab dari Intel Korem.

"Cuma, benar apa tidaknya dia seorang Intel Korem, kita tidak berani menyimpulkan karena tidak melihat KTA (kartau tanda anggota)-nya," katanya.

Menurut Putra, oknum tersebut dihubungi Dedek Kusnadi karena yang bersangkutan diikuti orang karena permasalahan utang piutang.

“Kita enggak tahu benar tidaknya. Tapi yang jelas, itulah informasi yang kami dapatkan,” tuturnya.

Menurut Putra, awalnya DK ditemui seorang ibu-ibu di klinik kecantikan dan lalu pergi menggunakan mobil. "Nah, perempuan itu tinggal di M*ss Gl*m (toko alat kecantikan). Di situlah oknum TNI tadi itu menjemput si perempuan ini,” jelasnya. 

Dua Jam Baru Keluar

Sementara itu, Ketua RT 34 Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Teguh Hariyanto, menyampaikan kronologi penggerebekan di indekos tersebut.

Penggerebekan dilakukan istri DK, bersama pengacaranya, Babinsa, Babinkamtibmas, Pihak RT, petugas trantib hingga Ketua Forum RT.

DOSEN JAMBI DIGEREBEK - Seorang oknum dosen di Jambi berinisial DK digerebek saat berada di sebuah kamar kos pada malam hari, Jumat (1/5/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura.
DOSEN JAMBI DIGEREBEK - Seorang oknum dosen di Jambi berinisial DK digerebek saat berada di sebuah kamar kos pada malam hari, Jumat (1/5/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura. (Ist)

Penggerebekan terjadi sekira pukul 17.30-20.00 WIB, sekira 1,5 jam. Penggerebekan cukup lama, sebab Dedek Kusnadi sempat tidak keluar dari indekos.

DK baru keluar dari indekos sekira pukul 20.00 WIB. Dia dijemput Patroli Polsek Telanaipura untuk dibawa ke Mapolsek Polsek Telanaipura.

"Jadi karena tidak mau gegabah, kebetulan ibu ini tadi membawa pengacaranya juga sekalian. Maka, akhirnya kita lakukan pengerebekan,” katanya, saat dikonfirmasi di rumahnya, Sabtu (2/5).

Pihak Terlibat Utang Piutang Ikut Gerebek

Teguh Hariyanto menuturkan kronologinya bermula saat seorang ibu-ibu mencari suaminya berinisial DK. Setelah ditelusuri, suaminya berada di indekos H*me K*st yang terletak di kawasan RT tersebut.

Saat itu, istri DK mengetahui mobil DK berada di depan indekos tersebut. Sepatu DK pun berada di ruang tamu.

"Tapi karena kebetulan yang bersangkutan juga tidak mau keluar dari kamarnya, akhirnya melibatkan pihak polsek," tuturnya

Teguh menjelaskan, suasana penggerebekan semakin ramai karena DK terlibat kasus utang piutang. Walhasil, pihak yang merasa dirugikan DK dalam utang piutang turut ikut dalam penggerebekan.

Saat penggerebekan, Dedek Kusnadi berada di dalam kamar indekos bersama seorang perempuan dan seorang pria.

Menurut Teguh, pria tersebut merupakan teman DK yang seorang anggota TNI. "Tapi setelah ditanya sama Babinsa, ternyata dia TNI yang desersi atau dipecatlah gitu dari kesatuannya. Kalau kasusnya apa, kita tidak tahu," terangnya.

Kejadian Pertama

Teguh mengatakan kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di sana, karena indekos tersebut baru beroperasi sebelum bulan puasa kemarin.

Namun, menurutnya, keberadaan indekos tersebut meresahkan. Alasannya, indekos tersebut menerima penghuni laki-laki dan perempuan, alias kos campur.

"Kalau kos laki-laki saja  mungkin kita bisa deteksi, pihak RT dan warga bisa deteksi. Warga melalui RT, sudah membuat pengaduan ke lurah, yang pengelola kos sudah dipanggil ke lurah,” ujarnya.

"Jadi memang akan ditertibkan yang pengelola kos janji akan tertibkan jadi Karena banyak yang penghuni laki-laki, yang perempuan akan dikeluarkan,” lanjutnya.

Kata Teguh, pihak pengelola indekos telah dipanggil Lurah Sipin pada Rabu (29/4) terkeit permasalahan izin dan sebagainya.

Teguh juga menyayangkan sikap pengelola indekos yang kurang kooperatif. Menurutnya, pengelola indekos bisa menegur pemilik kos yang membawa lawan jenis ke kamarnya. 
Sebab, indekos tersebut terdapat CCTV dan pihak pengelola indekos memiliki nomor ponsel penghuni indekos.

"Kalau ternyata memang kamar nomor sekian, laki-laki ini bawa perempuan, kan mesti ditelepon. ‘Kamu sudah menyalahi aturan, tolong cepat perempuan itu dikeluarkan. Kalau enggak nanti saya telepon Pak RT-nya untuk digerebek.’ Kan seharusnya seperti itu, CCTV-nya ada,” katanya.

Sementara itu, dia menyebut pihaknya pernah menggerebek indekos yang lain saat terindikasi adanya tindakan asusila di indekos tersebut.

“Ada tindakan asusila, ada tindakan yang melanggar norma-norma adat, itu kita gerebek, memang kita gerebek,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto/Srituti Apriliani Putri)

Baca juga: Mantan Istri Andre Taulany Diduga Dianiaya ART: Dipukul Sapu, Ditendang hingga HP Dibanting

Baca juga: Lowongan Kerja 2026 di BTN, Simak Posisi, Tugas dan Cara Melamar 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.