TRIBUNJAKARTA.COM - Pihak kepolisian mengungkap tampang sejumlah pelaku pembunuhan seorang nenek di kawasan Rumbai, Pekanbaru, Riau, ke publik.
Dikutip dari Instagram @warungjurnalis pada Minggu (3/5/2026), para tersangka dihadirkan ke publik dengan kondisi berbeda.
Penampakan mencolok terlihat dari eksekutor yang berwajah lebam.
Dalam foto tersebut, pria berinisial SL yang diduga eksekutor tampak mengalami luka lebam di bagian pipi dan mata.
Ia tampak diborgol sambil menunjukkan hasil tes urine.
Kedua kakinya terlihat tampak dibebat perban setelah sebelumnya mendapatkan hadiah timah panas karena melawan petugas.
Dua pelaku lainnya yang merupakan perempuan juga turut diperlihatkan dalam kondisi serupa.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua menegaskan para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana junto Pasal 365 ayat 3 KUHP dan Pasal 469 tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.
"Kami minta kepada penyidik karena niat membunuh dan menguasai harta, menerapkan pasal pembunuhan berencana, dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup,"ujar Kombes Pol Hasyim.
Adapun empat tersangka masing-masing berinisial AF yang berperan sebagai otak pelaku dan merupakan menantu korban, SL sebagai eksekutor, serta dua pelaku lain berinisial E dan L yang turut membantu aksi tersebut.
Dari hasil penyelidikan, diketahui para pelaku awalnya berencana melakukan perampokan.
Namun, rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan saat mereka tiba di Pekanbaru.
"Awalnya niat mereka ini ke Pekanbaru ingin merampok di rumah korban, namun berubah membunuh setelah sampai di Pekanbaru, bahkan ingin menghabisi semua yang ada di rumah," ujar Hasyim.
Para pelaku diketahui sudah berada di Pekanbaru sejak akhir April 2026 dan sempat menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau untuk menyusun rencana.
Mereka bahkan sempat melakukan survei terhadap rumah korban sebelum menjalankan aksinya.
Peristiwa tragis itu terjadi saat pelaku masuk ke rumah korban dengan berpura-pura memiliki keperluan tertentu.
Eksekutor kemudian memukul korban menggunakan balok kayu hingga tewas di tempat.
Setelah itu, jasad korban diseret ke kamar mandi.
Usai melakukan aksi, para pelaku juga mengambil sejumlah barang berharga milik korban, di antaranya perhiasan, uang tunai, ponsel, hingga barang elektronik.
Polisi turut mengamankan barang bukti tersebut, termasuk satu unit mobil yang digunakan pelaku.
Tak hanya itu ibu korban, para pelaku juga sempat ingin membunuh suami AF, Arnold.
Sesaat setelah kejadian, Arnold di rumah dan langsung diajak ngobrol oleh AF dan pelaku lainnya, L
Arnold pun belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.
Saat itu, Arnold diajak untuk menemui keluarga pelaku di Minas Siak, dengan rencana pelaku juga akan mengeksekusi Arnold.
Arnold menaiki sepeda motor ditemani satu pelaku L, sedangkan tiga lainnya naik mobil.
Setibanya di Minas, pelaku mulai panik dan rencana untuk mengeksekusi Arnold batal, dan akhirnya pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruh kembali ke Pekanbaru.
Motif utama pembunuhan diduga karena sakit hati.
AF yang merupakan menantu korban mengaku tersinggung dan menyimpan dendam terhadap keluarga korban sejak lama.
Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri ke sejumlah daerah, sebelum akhirnya ditangkap di lokasi berbeda, yakni di Aceh Tengah dan Binjai.
Saat penangkapan, dua pelaku laki-laki dilaporkan sempat melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan petugas.
Polisi juga mengungkap bahwa keempat pelaku sempat mengonsumsi narkoba setelah melakukan aksi, dan hasil tes menunjukkan mereka positif.
Saat ini, keempat tersangka telah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.